Media Informasi Masyarakat

Desa Dangin Puri Kauh Sidak Penduduk Nonpermanen di Banjar Belaluan

Denpasar, Baliglobalnews

Satgas Desa bersama Pecalang, Kelian Adat, Kepala Dusun Banjar Belaluan dan seka teruna sidak penduduk nonpermanen Minggu (26/7) malam untuk mengantisipasi dan menekan terjadinya penularan covid-19. 

Perbekel Desa Dangin Puri Kauh, Ida Bagus Gede Gana Putra Karang, mengatakan sidak penduduk itu juga untuk menciptakan tertib administrasi kependudukan dan keamanan wilayah. Menurut dia, ditengah pandemi Covid-19, pendataan penduduk nonpermanen menjadi perhatian terkait dengan mobilitas dan pergerakan dari luar daerah sangat tinggi. Mengingat masyarakat mengalami kekhawatiran, karena penularan covid 19 saat ini banyak terjadi pada transmisi lokal. ”Maka dari itu kami melakukan sidak penduduk nonpermanen ini dengan melibatkan pecalang, Kelian Adat, Kepala Dusun Banjar Belaluan dan seka teruna,” ujarnya.

Satgas Desa bersama Pecalang, Kelian Adat, Kepala Dusun Banjar Belaluan dan seka teruna sidak penduduk nonpermanen Minggu (26/7) kemarin

Dalam sidak tersebut, Gana mencatat 14 KK penduduk pendatang yang terdata dan tidak melaporkan keberadaanya ke pihak lingkungan maupun Desa Dangin Puri Kauh. Pihaknya langsung memberikan pembinaan bahwa bagi penduduk pendatang yang tinggal di wilayahnya wajib melaporkan diri. 

Dari pendataan dalam sidak ternyata mereka telah lama tinggal di Banjar Belaluan dan telah melakukan isolasi mandiri selama 14 hari bagi yang baru datang dari kampungnya. 

Meskipun demikian pihaknya tetap memberikan pembinaan dan sosialisasi agar semua penduduk pendatang yang tinggal diwilayahnya harus melaporkan diri. Sehingga ketika terjadi apa apa pihak desa bisa melakukan penangan yang cepat dan tepat.

Dalam upaya pencegahan penularan Covid-19, Gana mengaku telah menetapkan pembatasan kegiatan masyarakat mandiri di wilayahnya. Selain itu setiap tiga hari pihaknya juga melakukan penyemprotan desinfektan. Yang paling utama adalah memberikan sosialisasi agar semua masyarakat taat mengikuti protokol kesehatan yakni selalu gunakan masker, sering cuci tangan, jaga jarak, tidak membuat kegiatan yang menciptakan kerumunan. ”Intinya bagaimana dalam adaptasi kebiasaan baru ini masyarakat bisa produktif sekaligus aman Covid-19,” katanya (bgn/humas)20072709

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

- Advertisement -

Comments
Loading...