Media Informasi Masyarakat

Bupati Giri Prasta Hadiri Karya Memukur Kinambulan Desa Adat Sedang, Abiansemal

Badung, Baliglobalnews 

Bupati Badung, I Nyoman Giri Prasta, menghadiri karya memukur kinambulan, ngeraja sewala, metelu bulan, mepetik dan metatah Desa Adat Sedang di Pesanggrahan Desa Adat Sedang, Kecamatan Abiansemal, Sabtu (24/9/2022).

Sebagai wujud dukungan pemerintah atas pelaksanaan karya tersebut, Bupati menyerahkan dana aci Rp 400 juta dan secara pribadi Bupati mepunia Rp 20 juta yang diterima langsung oleh Ketua Panitia I Gst Agung Ngurah Sumerta.Bupati Giri Prasta menyampaikan apresiasi atas suksesnya karya yang telah dilaksanakan, dimana karya ini merupakan karya yang utama dan telah sesuai dengan sastra serta ajaran agama Hindu.

Karya ini disebut dengan mamukur kinembulan, memukur artinya nyekah dan kinembulan artinya bersama atau secara gotong royong. Diharapkan, rasa gotong royong dan persatuan krama Desa Adat Sedang harus tetap dijaga demi kemajuan pembangunan di Desa Adat Sedang yang akan diwariskan kepada generasi penerus.

Bupati menjelaskan bahwa Upacara pitra yadnya/atiwa-tiwa, atma wedana dan sarwa prakerti ini merupakan sebuah sarana upacara untuk menyucikan atma sehingga menjadi Dewa Hyang Guru dan melinggih di merajan rong tiga. Adapun tahapan-tahapan dalam upacara memukur kinembulan ini, mulai dari ngangget don bingin, murwa daksina, meprelina puspa, meajar-ajar dan terakhir mamitang ke pura dalem dan ngelinggihang di masing-masing merajan.

Selain itu dalam prosesi meajar-ajar ada yang disebut catur loka pala. Meajar-ajar ke Utara di Pura Beratan, Barat ke Batu Kau, Selatan ke Uluwatu, dan Timur ke Goa Lawah. Menurutnya, semua tahapan tersebut penting, namun yang paling penting yakni pada saat ngelinggihang puspa di merajan rong tiga. Kata Bupati, pada saat ngelinggihang puspa merupakan proses menyatukan bumi dengan langit. “Dengan konsep padu muka, bila rong tiga menghadap ke Barat, puspa lanang dengan betaranya Brahma melinggih di rong sebelah Selatan (kiri) dan puspa istri bhataranya Wisnu melinggih di rong sebelah Utara (kanan) dan yang di tengah-tengah Siwa Guru,” jelasnya.

Prosesi ngelinggihang, kata dia, disebut dewa pratista berdasarkan lontar panglukuning dasa aksara dan lontar panglukuning panca aksara pari kandaning parahyangan. “Kami harapkan, semua prosesi upacara tersebut dapat diikuti oleh semua keluarga sebagai tanggung jawab serta wujud bakti kita kepada leluhur yang diupacarai,” katanya.

Sementara manggala karya I Gst Agung Ngurah Sumerta, menyampaikan terima kasih atas kehadiran Bupati Badung dan anggota DPRD Provinsi Bali serta undangan lainnya ikut mendukung sekaligus mendoakan karya yang digelar Krama Desa Adat Sedang. “Kami atas nama krama Desa Adat Sedang sangat berterima kasih kepada Bapak Bupati dan anggota DPRD serta undangan lainnya yang telah memberikan bantuan dana sehingga karya ini dapat terlaksana sesuai harapan krama,” ucapnya. Turut hadir Anggota DPRD Provinsi Bali I Bagus Alit Sucipta, Kadis Kebudayaan Badung I Gde Eka Sudarwitha, Camat Abiansemal IB. Putu Mas Arimbawa serta unsur Tripika Kecamatan Abiansemal, Ketua MDA Badung, perwakilan PHDI  Badung, Perbekel Desa Sedang I Gede Budiyoga dan tokoh masyarakat setempat.

(bgn003)22092513

Comments
Loading...