Bank BPD Bali Dukung Program OJK Gugah Generasi Muda Melek Keuangan
Badung, Baliglobalnews
Bank BPD Bali mendukung program Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam upaya untuk meningkatkan literasi dan edukasi keuangan melalui program Gerakan Nasional Cerdas Keuangan (Gencarkan).
Direktur Utama Bank BPD Bali I Nyoman Sudharma menegaskan pentingnya literasi dan edukasi kepada masyarakat termasuk mahasiswa. “Bank BPD Bali selaku lembaga keuangan berkewajiban melaksanakan program literasi. Kami sudah lakukan program literasi pada anak-anak sekolah dan kini meningkat ke jenjang mahasiswa. Di luar itu, Bank BPD Bali juga melakukan literasi kepada ibu rumah tangga melalui program Goes to Banjar, sesuai dengan kekhasan budaya desa adat di Bali,” ujarnya dalam keterangannya pada Selasa (26/8/2025).
Program literasi keuangan ini, kata dia, merupakan bagian dari implementasi POJK 22 tahun 2023 tentang Pelindungan Konsumen dan Masyarakat di Sektor Jasa Keuangan. Sepanjang semester I 2025, Bank BPD Bali telah melaksanakan 283 kegiatan literasi, meningkat dari tahun sebelumnya 194 kegiatan. Program tersebut meliputi Goes to Banjar, Goes to School, edukasi ke calon Pekerja Migran Indonesia (PMI), literasi melalui media sosial, pembentukan Duta Literasi Keuangan, hingga Training of Trainers untuk Duta Literasi Keuangan.
Dalam kesempatan tersebut, Bank BPD Bali juga menyerahkan Tabungan Sibapa dan Program Simuda kepada lima mahasiswi Duta Literasi Keuangan PNB.
Kepala Direktorat Literasi dan Edukasi Keuangan OJK Cecep Setiawan menyampaikan bahwa mengelola keuangan adalah keterampilan hidup (life skill) yang wajib dimiliki generasi muda. “Pengetahuan tentang keuangan menjadi salah satu hal yang krusial. Adik-adik pasti perlu memiliki pengetahuan dalam mengelola keuangan yang baik, bagaimana memilih kredit rumah, budaya menabung, hingga mencatat anggaran dengan baik. Semua itu life skill yang harus dimiliki,” katanya.
Hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2025 menunjukkan indeks literasi keuangan Indonesia mencapai 66,46 persen dan indeks inklusi keuangan sebesar 80,51 persen. Hal ini menandakan masih ada masyarakat yang menggunakan produk keuangan namun belum memiliki literasi memadai.
Direktur PNB I Nyoman Abdi menambahkan bahwa kolaborasi dengan Bank BPD Bali sejalan dengan misi kampus dalam menyiapkan mahasiswa yang unggul, tidak hanya secara akademik, tetapi juga melek finansial. “Sampai tahun-tahun ke depan, Bank BPD Bali selalu di hati PNB Bali. Semoga acara ini memberi dampak bagi mahasiswa untuk lebih siap menghadapi era berbasis teknologi,” ucapnya.
Sebelumnya, OJK Bali menggelar kegiatan “Ngopi Kuy” atau Ngobrol Pintar Seputar Keuangan Yuk dengan tema “Generasi Muda Cerdas Keuangan, Masa Depan Sejahtera” di Auditorium Widya Padma Politeknik Negeri Bali (PNB). Acara ini menghadirkan talkshow edukasi keuangan dengan narasumber Kabag Dana dan Hubungan Kelembagaan Divisi Dana dan Jasa Bank BPD Bali Agus Junio Kurniawan dan Asisten Direktur Pendukung Dewan Komisioner OJK Sokhib Nur Prasetyo.
Hadir dalam kegiatan tersebut Direktur Pengawasan Perilaku PUJK, Edukasi, Pelindungan Konsumen, dan Layanan Manajemen Strategis OJK Provinsi Bali Irhamsyah dan Direktur Bisnis Bank BPD Bali I Nyoman Sumanaya. (adv/bgn008)25082610