Denpasar, Baliglobalnews
Wakil Walikota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa menghadiri pelaksanaan karya ngenteg linggih pedudusan alit dan caru rsi gana di Sanggah Paibon Sentana Dalem Tarukan, Banjar Sawah, Desa Pakraman Pedungan, pada Rabu (11/2/2026).
Wawali Arya Wibawa mengatakan bahwa upacara ngenteg linggih merupakan prosesi sakral untuk melinggihkan Ida Sang Hyang Widhi Wasa pada stana-Nya. “Upacara ini merupakan prosesi untuk melinggihkan Ida Sang Hyang Widhi Wasa dalam manifestasi-Nya di tempat suci. Serta memohon kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa agar berkenan menetapkan stana-Nya (ngenteg), sehingga dapat memberikan perlindungan, keharmonisan, dan kesejahteraan bagi keluarga besar (pratisentana),” katanya.
Arya Wibawa mengapresiasi kekompakan krama pengempon yang secara gotong-royong mempersiapkan dan melaksanakan karya tersebut. Dia berharap melalui pelaksanaan yadnya ini, seluruh sentana senantiasa dianugerahi kerahayuan dan kerukunan dalam menjalani kehidupan sehari-hari.
Sementara Ketua Panitia Karya I Nyoman Kariasa menyampaikan rangkaian karya telah dimulai sejak 30 Januari lalu yang diawali dengan upacara mapiuning, nuasen karya, dan nancep. Pada Rabu (11/2/2026) dilaksanakan puncak karya berupa pecaruan rsi gana, puja wali, serta ilen-ilen mangku yang dipuput oleh dua sulinggih, yakni Ida Pedanda Griya Pemeregan dan Ida Pedanda Tegal Telaga. “Selanjutnya pelaksanaan upacara nyegara gunung, mebendu, dan nyineb akan berlangsung pada 14 Februari mendatang,” katanya.
Dia menyampaikan karya ngenteg linggih terakhir kali dilaksanakan sekitar 15 tahun lalu. Mengingat telah cukup lama, maka kali ini sekaligus dilaksanakan upacara ngelinggihang 33 Dewa Pitra yang akan distanakan di sanggah tersebut.
Sanggah Paibon Sentana Dalem Tarukan ini diempon oleh 43 kepala keluarga dengan jumlah keseluruhan sekitar 250 jiwa. Melalui pelaksanaan karya ini, pihaknya berharap seluruh pratisentana senantiasa mendapatkan kerahayuan sareng sami serta limpahan anugerah Ida Sang Hyang Widhi Wasa. (*/bgn003)2602107