Denpasar, Baliglobalnews
Provinsi Bali menjadi tuan rumah ajang Rapat Kerja Nasional (Rakernas) II Asosiasi DPRD Provinsi Seluruh Indonesia (ADPSI) di Sanur pada Senin (29/6/2026).
Sekretaris Daerah Provinsi Bali Dewa Made Indra mewakili Gubernur Bali Wayan Koster mengatakan kegiatan yang mempertemukan para pimpinan DPRD dari seluruh Indonesia, ini guna merumuskan berbagai kebijakan strategis bagi penyelenggaraan pemerintahan daerah. “Kami mengapresiasi atas kepercayaan ADPSI yang memilih Bali sebagai tuan rumah Rakernas. Kami meyakini forum ini sebagai bentuk penguatan kapasitas fiskal daerah, guna menjaga kualitas pelayanan publik sekaligus mendukung target Indonesia Emas 2045,” katanya.
Acara yang dihadiri perwakilan 35 DPRD provinsi dari seluruh Indonesia tersebut mengangkat tema “Penguatan Fiskal Daerah untuk Mewujudkan Asta Cita Menuju Indonesia Emas 2045” dengan pembahasan yang berfokus pada penguatan sinergi Pemerintah Pusat dan daerah, optimalisasi pendapatan daerah, pengelolaan energi dan sumber daya mineral, investasi, hingga penguatan fungsi legislasi dan pengawasan DPRD. “Kami meyakini Rakernas ini dapat menghasilkan berbagai keputusan strategis yang dapat menjadi panduan pemerintah daerah dalam menjalankan pemerintahan. Kami berharap, forum ini mencapai keputusan-keputusan strategis yang nantinya akan menjadi panduan bagi kita semua dalam melaksanakan tugas pemerintahan daerah di daerah masing-masing,” katanya seraya menambahkan, Rakernas ADPSI menjadi forum yang tepat untuk mendiskusikan berbagai tantangan tersebut sekaligus mencari solusi atas keterbatasan sumber daya pemerintah daerah.
Hal senada dikatakan Ketua ADPSI Periode 2025-2030 Buky Wibawa Karya Guna bahwa Rakernas II ADPSI ini tidak sekadar menjadi ajang berbagi pengalaman dan praktik terbaik penyelenggaraan pemerintahan daerah, tetapi juga merumuskan berbagai rekomendasi kebijakan yang dapat menjadi kontribusi nyata DPRD terhadap pembangunan nasional. “Rakernas II ADPSI merupakan forum strategis untuk memperkuat koordinasi, konsolidasi, serta sinergi antar-DPRD provinsi di seluruh Indonesia. Melalui forum ini kita tidak hanya berbagi pengalaman dan praktik baik, tetapi juga merumuskan berbagai rekomendasi kebijakan yang konstruktif,” katanya.
Dia menjelaskan penguatan kapasitas fiskal daerah dipilih sebagai tema utama karena menjadi pondasi dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik, memperkuat iklim investasi, mengoptimalkan potensi daerah, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif. “Fiskal daerah yang kuat akan meningkatkan kualitas pelayanan publik, memperkuat iklim investasi, mengoptimalkan potensi daerah, serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” katanya.
Rakernas ini diikuti 124 peserta yang mewakili 35 DPRD provinsi. Selama forum berlangsung, peserta membahas lima isu strategis, yakni penguatan sinergi pemerintah pusat dan daerah, penguatan fungsi legislasi dan pengawasan DPRD, penguatan kebijakan fiskal daerah dan pengawasan APBD, peran DPRD dalam mendorong investasi, serta strategi hilirisasi dan optimalisasi penerimaan daerah sebagai bagian dari pembangunan nasional berkelanjutan.
Selain agenda persidangan, Rakernas juga dirangkaikan dengan kegiatan sosial bertajuk ADPSI-ASDEPSI Peduli Bali berupa penanaman pohon, pelayanan kesehatan gratis, dan penyerahan bibit tanaman produktif. “Kami berharap kegiatan ini dapat memberikan manfaat nyata dan memperkuat semangat gotong royong dalam pembangunan yang berkelanjutan,” katanya. (bgn008)26063001