Denpasar, Baliglobalnews
Pemerintah Provinsi Bali memperpanjang penerapan sistem ganjil genap dalam pengisian BBM di SPBU hingga Jumat (23/10/2026), yang sebelumnya berlaku pada 17-19 Oktober 2026.
Di hadapan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Gubernur Bali Wayan Koster menyampaikan perpanjangan dilakukan atas pertimbangan bahwa penerapan sistem ganjil genap terbukti sangat efektif dalam mempercepat distribusi dan pelayanan BBM di SPBU. “Penerapan ganjil genap ini juga terbukti efektif mengurangi arus kendaraan ke SPBU, tidak terjadi antrean panjang di jalan menuju SPBU, sehingga tidak terjadi kemacetan seperti sebelumnya,” katanya kepada para wartawan di Depo BBM Sanggaran, Denpasar, pada Senin (19/10/2026).
Dia menyebutkan keputusan perpanjangan penerapan sistem ganjil-genap setelah dibahas dalam rapat Gubernur Bali bersama Pertamina Wilayah Bali, masukan Walikota/bupati se-Bali, petugas SPBU dan masyarakat luas yang disampaikan melalui berbagai media, terutama media sosial.
Koster mengatakan perpanjangan penerapan sistem ganjil genap juga sudah dilaporkan dalam rapat koordinasi tanggal 19 Oktober 2026 di Kantor Pertamina Sanggaran, Denpasar. Penerapan sistem ganjil genap tidak diberlakukan bagi kendaraan ambulans, kendaraan pemadam kebakaran, kendaraan niaga pengangkut logistik, kendaraan penumpang umum, kendaraan antar-jemput makanan/minuman & kebutuhan pokok sehari-hari.
Namun, jika hasil pemantauan lapangan memperlihatkan penyediaan dan distribusi BBM serta antrean di SPBU berjalan normal, penerapan sistem ganjil genap dapat dihentikan sebelum tanggal 23 Oktober 2026.
Sementara Menteri ESDM Bahlil Lahadalia memastikan pasokan bahan bakar minyak (BBM) di Bali mulai berangsur pulih setelah sempat mengalami gangguan distribusi akibat keterlambatan kapal pengangkut BBM dari Jawa selama seminggu. “Pemerintah mencatat cadangan BBM di Bali kini rata-rata mencapai 11 hingga 12 hari dan ditargetkan meningkat menjadi 15 hari,” katanya.
Menteri ESDM mengapresiasi kepada Gubernur Bali, Kapolda Bali, jajaran TNI, serta masyarakat yang dinilai telah membantu penanganan situasi di lapangan saat terjadi antrean panjang kendaraan di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Bali yang berlangsung sejak sepekan terakhir. “Gangguan pasokan yang terjadi beberapa hari terakhir dipicu keterlambatan kapal pengangkut BBM dari Jawa ke Bali. Kondisi tersebut menyebabkan penurunan cadangan BBM di Bali sekitar tiga hingga empat hari. Mulai hari ini, setelah kami melakukan rapat koordinasi dengan Pertamina, cadangan di wilayah Bali rata-rata sudah mencapai 11 sampai 12 hari. Alhamdulillah, untuk di sini (di Bali) sudah bisa teratasi,” katanya.
Untuk mempercepat pemulihan pasokan sekaligus memperkuat ketahanan stok, pemerintah meminta Pertamina meningkatkan cadangan BBM di Bali dari kondisi saat ini menjadi 15 hari. Penambahan pasokan dilakukan dengan meningkatkan jumlah kapal yang melayani pengangkutan BBM dari Jawa menuju Bali.
Menurut Menteri ESDM, jumlah kapal pengangkut yang sebelumnya tiga unit kini ditingkatkan menjadi tujuh unit. Langkah tersebut diharapkan mempercepat distribusi BBM dan menjaga ketersediaan pasokan di seluruh wilayah Bali. “Saya sudah meminta kepada Pertamina untuk menaikkan status yang tadinya 11 hari menjadi 15 hari. Kapal juga saya tambah menjadi tujuh untuk menyuplai,” tegasnya. (bgn008)26101910