Badung, Baliglobalnews
Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa menyerahkan premi asuransi gagal panen berupa polis Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) dan subsidi benih padi kepada petani di Badung yang dilaksanakan di Wantilan Balai Subak Blahkiuh, Kecamatan Abiansemal, pada Selasa (23/12/2025). Polis asuransi sepenuhnya ditanggung oleh Pemkab Badung. Selain asuransi dan subsidi benih padi, Bupati juga menyerahkan bantuan simbolis 2.000 pohon bibit durian dan mesin pemotong rumput kepada pekaseh dan kelian subak abian.
Bupati Adi Arnawa mengatakan bantuan sarana pertanian tersebut sebagai bentuk komitmen dan keberpihakan kepada sektor pertanian yang ada di Badung. “Mudah-mudahan dengan bantuan ini akan lebih meringankan beban petani. Dengan adanya bantuan asuransi maupun subsidi benih padi, kami berharap biaya produksi petani akan semakin berkurang, pendapatan semakin meningkat serta nilai tukar petani akan semakin meningkat pula. Selain itu dapat menjaga alih fungsi lahan pertanian,” katanya.
Bupati juga mendorong dari berbagai hal keberpihakan kepada petani. Seperti pemberian beasiswa S1 kepada anak petani serta bantuan bagi masyarakat petani yang berumur diatas 75 tahun keatas, termasuk bantuan 2 juta setiap hari besar keagamaan. “Itu semua adalah bentuk keberpihakan pemerintah kepada masyarakat untuk meringankan beban masyarakat,” katanya.
Sementara Kadis Pertanian dan Pangan Badung I Wayan Wijana mengatakan dalam upaya meningkatkan produktivitas dan produksi pertanian, sangat perlu didukung oleh sarana prasarana pertanian yang memadai. Dukungan sarana prasarana tersebut dalam rangka mewujudkan ketahanan pangan, kemandirian dan kedaulatan pangan. Dia menyampaikan bantuan yang diserahkan berupa program AUTP dengan luas 6.526,36 ha, dimana preminya ditanggung sepenuhnya oleh Pemkab Badung. Belum ada daerah yang sepenuhnya menanggung premi asuransi gagal panen selain di Badung. Ada pula bantuan subsidi benih padi untuk dua kali musim tanam, sebanyak 12.000/kg, sedangkan harga benih 15.000/kg, jadi petani membayar 3.000/kg. “Di tahun 2026 kami telah menganggarkan subsidi benih 14.000/kg, sehingga petani hanya membayar 1.000/kg,” terangnya. Juga diserahkan 2.000 bibit durian untuk pengembangan di wilayah Petang. Pihaknya melihat ada potensi kawasan durian yang cukup menjanjikan di daerah Petang terutama Penikit. Di situ ada sekitar 5.000 pohon durian yang memiliki kekhasan tersendiri mampu berbuah setiap saat. “Kami harapkan dapat mendukung kawasan Badung Utara sebagai kawasan kampung durian terutama di Br. Penikit yang potensinya luar biasa,” katanya.
Hadir Ketua Komisi II DPRD Badung I Made Sada, Camat Abiansemal IB Putu Mas Arimbawa beserta Tripika Kecamatan, Kepala Balai Penerapan Modernisasi Pertanian (BPMP) I Made Rai Yasa, Majelis Madya Subak, Majelis Alit Subak, para pekaseh dan kelian subak abian se-Badung, perwakilan PT Jasindo dan PT Sang Hyang Seri. (*/bgn003)25122302