Denpasar, Baliglobalnews
Gubernur Bali Wayan Koster mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk bersama-sama menjaga keamanan dan kondusivitas ruang digital guna melindungi masyarakat sekaligus mempertahankan citra Bali sebagai destinasi pariwisata internasional yang aman, nyaman, dan berkualitas. Hal tersebut disampaikan saat membuka Webinar Literasi Digital bertema “Bali Aman Digital” yang diselenggarakan secara hibrid melalui kerja sama Polda Bali dengan Pemerintah Provinsi Bali di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Provinsi Bali, Denpasar, pada Kamis (29/10/2026).
Gubernur Koster menyampaikan apresiasi kepada Polda Bali dan seluruh pihak yang telah menginisiasi kegiatan tersebut. Menurutnya, literasi dan keamanan digital menjadi isu strategis yang harus mendapat perhatian bersama karena berkaitan dengan keamanan masyarakat, perlindungan aktivitas ekonomi, serta keberlanjutan sektor pariwisata Bali.
Gubernur Koster mengungkapkan bahwa perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan besar dalam kehidupan masyarakat. Kemajuan tersebut memberikan berbagai manfaat, termasuk kemudahan mengakses informasi, berkomunikasi, dan menjalankan aktivitas ekonomi. Namun, perkembangan teknologi juga menghadirkan tantangan berupa penipuan daring, penyebaran hoaks, pencurian data pribadi, serta berbagai bentuk kejahatan siber. “Ketika saya kuliah pada tahun 1981, persoalan seperti ini belum menjadi isu yang kita hadapi. Namun, sekarang kita berada pada tahun 2026, ketika perkembangan teknologi berlangsung sangat cepat. Manfaat positifnya kita rasakan, tetapi dampak negatifnya juga harus kita hadapi. Karena itu, seminar seperti ini sangat penting agar kita semakin memahami bagaimana memanfaatkan teknologi secara bijak dan bertanggung jawab,” ujarnya.
Koster menyampaikan bahwa teknologi digital memiliki peran penting dalam mendukung promosi pariwisata Bali. Melalui berbagai platform digital, informasi mengenai destinasi wisata, kebudayaan, aktivitas masyarakat, serta kebijakan pembangunan daerah dapat disebarluaskan secara lebih cepat dan menjangkau masyarakat internasional. Dia mengingatkan bahwa kemudahan penyebaran informasi juga harus diimbangi dengan tanggung jawab dan kewaspadaan. Informasi yang tidak benar, penipuan daring, serta konten negatif berpotensi menimbulkan keresahan masyarakat, merugikan pelaku usaha, dan memengaruhi persepsi wisatawan terhadap Bali.
Gubernur Koster mencontohkan persoalan kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) yang sempat menjadi perhatian luas. Menurut dia, penanganan persoalan yang berdampak terhadap masyarakat harus dilakukan secara cepat dan cermat, disertai penyampaian informasi yang tepat agar tidak menimbulkan keresahan. Dia menyampaikan bahwa persoalan tersebut, astungkara, dapat diatasi, bahkan penanganannya memperoleh apresiasi dari sejumlah duta besar yang berkunjung ke Bali.
Sementara Kapolda Bali Irjen Pol. Pasma Royce yang hadir sebagai pembicara utama, memaparkan transformasi digital dalam ekosistem pariwisata Bali serta berbagai ancaman kejahatan siber yang perlu diwaspadai. Menurut dia, pemanfaatan teknologi digital telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari aktivitas pariwisata, mulai dari promosi destinasi, pemesanan hotel dan vila, penggunaan aplikasi transportasi, hingga transaksi pembayaran elektronik.
Melalui kegiatan yang diselenggarakan secara hibrida tersebut, diharapkan terbangun sinergi antara pemerintah daerah, TNI, Polri, pelaku pariwisata, komunitas digital, dan seluruh elemen masyarakat dalam menciptakan ekosistem digital Bali yang aman, sehat, dan bertanggung jawab. Upaya ini sekaligus menjadi bagian dari penguatan perlindungan masyarakat dan wisatawan serta menjaga kepercayaan publik terhadap Bali sebagai destinasi pariwisata internasional.
Webinar Literasi Digital “Bali Aman Digital” menghadirkan sejumlah narasumber, yakni Rektor Universitas Primakara I Made Artana, Direktur Reserse Siber Polda Bali Kombes Pol. Aszhari Kurniawan; Chairman CISSReC Pratama Dahlian Persadha; serta Kepala Bidang Persandian Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik Provinsi Bali I Putu Sundika. Diskusi dipandu oleh moderator Agus Made Yoga Iswara. (*/bgn003)26103005