Denpasar, Baliglobalnews
Dinas Pariwisata Kota Denpasar terus memperkuat kualitas pelayanan publik di bidang pariwisata dan ekonomi kreatif melalui Forum Konsultasi Publik (FKP) Tahun 2026 yang digelar secara daring pada Kamis (10/9/2026).
Kepala Dinas Pariwisata Ni Luh Putu Riyastiti mengatakan FKP menjadi bagian penting dalam membangun pelayanan publik yang responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Selain menyerap aspirasi, forum ini juga menjadi ruang untuk membahas penerapan, dampak, serta evaluasi kebijakan pelayanan publik di bidang pariwisata dan ekonomi kreatif. “Pariwisata Denpasar tidak hanya berbicara mengenai kunjungan wisatawan, tetapi juga bagaimana pelayanan publik mampu memberikan pengalaman yang baik, memperkuat budaya, membuka ruang bagi ekonomi kreatif, serta memberikan manfaat bagi masyarakat. Karena itu, masukan dari FKP menjadi bagian penting dalam perbaikan pelayanan kami,” ujarnya.
Riyastiti menyampaikan pembangunan pariwisata Kota Denpasar diarahkan sesuai visi Kota Kreatif Berbasis Budaya Menuju Denpasar Maju Berlandaskan Nilai-Nilai Nangun Sat Kerthi Loka Bali, dengan menekankan peningkatan kemakmuran masyarakat, kualitas sumber daya manusia, serta pemanfaatan teknologi dan inovasi berlandaskan Tri Hita Karana.
Dalam FKP tersebut, sejumlah layanan publik menjadi perhatian, di antaranya penyewaan tempat di Dharma Negara Alaya (DNA), layanan angkutan tradisional Dokar Hias, serta layanan informasi pariwisata dan ekonomi kreatif. DNA diarahkan sebagai ruang pengembangan ekosistem ekonomi kreatif melalui diskusi, pameran, workshop, dan kegiatan berbasis budaya.
Sementara layanan Dokar Hias dikembangkan sebagai bagian dari pengalaman wisata Denpasar Heritage City Tour. Delapan unit dokar melayani rute sejumlah kawasan heritage, seperti Pasar Badung, Jalan Gajah Mada, Puri Pemecutan, Lapangan Puputan Badung, Pura Agung Jagatnatha, Museum Bali dan sejumlah titik heritage lainnya. Layanan ini dapat dinikmati secara gratis setiap Sabtu dan Minggu dengan durasi sekitar 30 menit untuk satu perjalanan.
Berdasarkan data yang dipaparkan, kunjungan wisatawan ke Kota Denpasar sepanjang 2025 mencapai 2.051.927 kunjungan, terdiri atas 558.521 wisatawan mancanegara dan 1.493.406 wisatawan domestik. Rata-rata lama tinggal wisatawan mancanegara tercatat lima hari, sedangkan wisatawan domestik empat hari. Data tersebut menjadi salah satu dasar dalam pengembangan destinasi, pemasaran, ekonomi kreatif, serta peningkatan kualitas pelayanan.
Komitmen peningkatan pelayanan juga tercermin dari hasil Survei Kepuasan Masyarakat (SKM) Dinas Pariwisata Kota Denpasar yang terus menunjukkan tren positif. Nilainya meningkat dari 88,53 pada 2023 menjadi 88,76 pada 2024 dan 89,72 pada 2025, seluruhnya berada dalam kategori sangat baik. “Capaian ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus melakukan perbaikan. Semakin tinggi kepuasan masyarakat, semakin besar pula tuntutan untuk menjaga kualitas dan menghadirkan inovasi pelayanan yang lebih baik, mudah, cepat dan transparan,” katanya.
Dia menyampaikan berbagai program terus dikembangkan untuk memperkuat ekosistem pariwisata dan ekonomi kreatif, mulai dari promosi dan pemasaran melalui Sales Mission, Table Top, BBTF, Jakarta Kreatif Expo, Gathering Pariwisata, Denpasar Festival, Sanur Village Festival hingga D’Youth Festival.
Penguatan SDM dan pelaku usaha juga dilakukan melalui pembinaan usaha pariwisata, pelatihan pengelolaan destinasi, sertifikasi kompetensi tenaga kerja hotel dan restoran, pembinaan Pokdarwis, BKRAF Academy, fasilitasi pendaftaran Hak Kekayaan Intelektual (HKI), pendataan infrastruktur penunjang ekonomi kreatif serta pemberian insentif bagi pelaku usaha ekonomi kreatif.
Berbagai kegiatan kreatif seperti D’Youth Festival, Gathering Ekraf, Kreazine Denpasar dan creative event lainnya turut menjadi ruang bagi masyarakat untuk mengembangkan kreativitas sekaligus memperkuat posisi Denpasar sebagai kota kreatif berbasis budaya.
Dia menyatakan ke depan akan terus mendorong kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, pelaku pariwisata, komunitas kreatif dan berbagai pemangku kepentingan. “Kita ingin pariwisata Denpasar tumbuh secara berkualitas, berkelanjutan dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Budaya menjadi kekuatan, ekonomi kreatif menjadi penggerak, sementara pelayanan publik menjadi pondasi untuk membangun kepercayaan masyarakat dan wisatawan,” pungkasnya.
Sementara Ketua Forum Komunikasi Desa Wisata Kota Denpasar AA Amerta Jaya menyambut baik pelaksanaan FKP tersebut. Menurut dia, pengembangan pariwisata Denpasar perlu terus diarahkan pada pariwisata yang berkualitas dan berkelanjutan, tidak hanya dari sisi jumlah kunjungan, tetapi juga pengalaman wisata yang nyaman, aman, bersih dan menarik. “Penguatan kebersihan, kualitas penerangan publik, peningkatan kompetensi SDM, serta penataan dan pemeliharaan bangunan menjadi bagian penting dalam membangun citra destinasi. Hal ini perlu dilakukan secara terpadu melalui kolaborasi pemerintah, pelaku pariwisata, masyarakat dan dunia usaha,” pungkasnya.
Kegiatan tersebut diikuti OPD, camat, desa/lurah se-Kota Denpasar, Kelompok Ahli Pembangunan Kota Denpasar, unsur pelaku industri pariwisata dan ekraf, Forum Desa Wisata dan Pokdarwis, unsur universitas/perguruan tinggi, unsur media, dan institusi terkait lainnya. (*/bgn003)26091005