Badung, Baliglobalnews
DAS (daerah aliran sungai di Subak Telepud, wilayah Banjar Pengabetan, Desa Baha, Kecamatan Mengwi, Badung, diserobot sehingga mengalami penyempitan sepanjang kurang lebih 50 meter.
Informasi yang dihimpun dari warga menyebutkan pencaplokan DAS mengakibatkan lebar saluran irigasi yang semula 3 meter kini tersisa 1,5 meter. Warga hanya pakrimik.
Dampak dari penyempitan saluran irigasi subak itu, terutama pada waktu terjadi hujan, air akan masuk ke rumah warga yang berbatasan dengan saluran irigasi. Pasalnya, pinggiran saluran tidak disender dengan beton.
“Sesungguhnya warga yang terdampak langsung dengan pencaplokan saluran tukad Subak Telepud itu keberatan, tetapi mereka tidak mau repot, mereka diam, tidak pernah protes karena beranggapan sudah ada pihak yang berwenang menangani masalah tersebut,” ujar seorang warga pada Senin (20/6)
yang mewanti-wanti tidak mau namanya disebutkan di media.
Bahkan, kata dia, tembok penyengker rumah warga yang berbatasan tersebut sudah tiga kali roboh akibat terjangan banjir dari saluran irigasi tersebut.
Ketika hal itu dimintai konfirmasi, Kepala Dinas PUPR Setda Badung, IB Surya Suamba, menyatakan akan mengecek saluran irigasi tersebut bersama Kabag Pemerintahan dan BPN. “Hari ini Tim PUPR turun untuk mengecek, dan hasilnya kita kaji duku,” tandasnya. (bgn003)22062003