Badung, Baliglobalnews
Bupati Badung, Nyoman Giri Prasta, membuka secara resmi Lomba Bapang Barong dan Mekendang Tunggal Jambe Festival (Jamfest) Vol. 1 Seka Teruna (ST) Eka Darma, Banjar Jambe, Kerobokan Kaja, Desa Adat Kerobokan, Kecamatan Kuta Utara, pada Minggu (16/10/2022). Pada kesempatan itu Bupati Giri Prasta menyerahkan bantuan dana motivasi dari Kabupaten Badung Rp 30 juta dan pribadi Rp 20 juta.
Bupati Giri Prasta mengapresiasi pelaksanaan Jamfest yang diinisiasi oleh ST Eka Darma Banjar Jambe Kerobokan Kaja, Kuta Utara, Badung. Menurut Bupati, ST Eka Darma sudah mampu memilah mana perbuatan baik dan mana perbuatan buruk yang diaktualisasikan dalam sebuah gerakan/tindakan.
“Saya memberikan apresiasi kepada ST Eka Darma, karena sudah melaksanakan kegiatan dalam melestarikan adat agama seni tradisi dan budaya. Dengan adat kalian semua akan menjadi kuat, dengan agama kalian akan hidup teratur dengan seni kalian akan mendapatkan kehidupan yang indah dengan pengetahuan kalian akan mendapatkan kehidupan yang lebih mudah dan dengan budaya kalian akan mendapatkan sebuah identitas diri. Oleh karena itu, Badung boleh maju, Kerobokan boleh maju tapi jangan sampai menggerus akar adat budaya kita,” katanya.
Bupati Giri Prasta menegaskan akan selalu memberikan prioritas dukungan dalam segala kegiatan positif yang dirancang oleh anggota ST. “Yang dikenang oleh kita semua adalah perilaku dan perbuatan. Untuk itu tiga pilar yang ada di setiap banjar yaitu wimuda, winata dan wiwerda harus bersatu dalam rangka mensukseskan pembangunan di segala lini. Dan bagi para anggota ST dan masyarakat yang membutuhkan sarana dalam bidang adat agama dan seni, baik itu gong semar pegulingan, alat musik dan sebagainya. Silakan ajukan ke kami di Pemerintah Kabupaten Badung dan saya pastikan kami akan bantu sepenuhnya dalam rangka melestarikan adat agama dan seni,” ujarnya.
Bupati Giri Prasta juga mengungkapkan kegiatan Jamfest merupakan salah satu cara untuk menyeimbangkan alam sekala dan niskala. Dikatakan, keberadaan alam sekala dan niskala tidak bisa dilepaskan dari kehidupan masyarakat Bali. “Sudah terbukti dengan kekuatan yadnya yang kita lakukan bersama, astungkara semua tantangan di masa pandemi mulai dari masalah kesehatan sosial dan ekonomi bisa kita lalui dengan baik oleh Kabupaten Badung, sehingga target pajak hotel dan restoran yang menjadi pendapatan utama Kabupaten Badung bisa terlampaui. Inilah yang dimaksud dengan keseimbangan alam sekala dan niskala,” ungkapnya.
Sementara Ketua Panitia Jamfest, Gede Heri Sudarma, melaporkan jumlah peserta lomba bapang barong dan mekendang tunggal 21 orang dari seluruh Bali. “Lomba ini bertujuan untuk melestarikan seni budaya Bali sekaligus untuk mendorong generasi muda Bali agar tidak lupa akan seni bapang barong dan mekendang tunggal yang merupakan warisan leluhur yang begitu adi luhung,” katanya.
Dia juga mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak Bupati Badung, karena telah memberikan dukungan penuh atas pelaksanaan Jamfest tersebut.
Turut hadir Camat Kuta Utara I Putu Eka Permana, Lurah Kerobokan Kaja IGAN Marhaena Yasana Putra, Bendesa Adat Kerobokan AA Putu Sutarja. (bgn003)22101602