Media Informasi Masyarakat

Empat Fraksi DPRD Bali Sampaikan PU terkait RAPBD Semesta Berencana

Denpasar, Baliglobalnews
Empat fraksi DPRD Bali menyampaikan pandangan umumnya terkait Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) Semesta Berencana Provinsi Bali Tahun Anggaran 2027, yang dibahas dalam Rapat Paripurna ke-55 DPRD Provinsi Bali Masa Persidangan I Tahun Sidang 2026–2027 di Denpasar, pada Senin (26/10/2026).
Rapat dipimpin Ketua DPRD Bali Dewa Made Mahayadnya, didampingi Wakil Ketua I DPRD Bali I Wayan Disel Astawa dan Wakil Ketua III Komang Nova Dewi Putra dan Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta itu, Dalam RAPBD 2027, dijelaskan Pemprov Bali merencanakan pendapatan daerah sebesar Rp5,72 triliun dan belanja daerah Rp6,19 triliun, sehingga diproyeksikan defisit Rp475,95 miliar atau 8,32 persen. Sementara, PAD ditargetkan Rp4,5 triliun dan transfer pemerintah pusat lebih dari Rp1,14 triliun.
Dalam PU Fraksi Golkar, yang dibacakan I Wayan Gunawan, menyoroti perlunya penataan komposisi anggaran agar penurunan belanja modal tidak mengurangi ruang pembiayaan pembangunan dan pemerataan ekonomi di Bali. “Kami mendorong, peningkatan porsi belanja modal dapat diupayakan dengan mengevaluasi belanja operasi yang tidak berkaitan langsung dengan pelayanan publik dasar,” kata Wakil Ketua Fraksi Golkar DPRD Bali I Wayan Gunawan.
Fraksi berlogo Pohon Beringin ini mengusulkan pemangkasan sebesar 10–15 persen pada pos tersebut, kemudian mengalihkan hasil penghematannya untuk meningkatkan belanja modal sekurang-kurangnya menjadi 12 persen dari total belanja daerah. “Mari kita bersama-sama menyisir dan memotong minimal 10% hingga 15% pada pos Belanja Operasi non-pelayanan publik dasar, lalu secara konsisten mengalihkan hasil penghematan tersebut untuk mendongkrak Belanja Modal sekurang-kurangnya menjadi 12% dari total belanja,” katanya.
Selain komposisi belanja, Golkar menyoroti ketimpangan pertumbuhan ekonomi antarwilayah di Bali. Pada 2025, pertumbuhan ekonomi Badung mencapai 6,26 persen dan Denpasar 6,11 persen, sedangkan Jembrana tercatat 5,26 persen dan Karangasem 5,25 persen.
Dengan pertumbuhan ekonomi Bali secara keseluruhan sebesar 5,82 persen, Golkar menilai pemerataan pembangunan di Bali Utara, Barat, dan Timur perlu menjadi prioritas melalui penguatan infrastruktur, konektivitas, agroindustri, dan ekonomi kerakyatan. “Ketimpangan persebaran aktivitas ekonomi ini menunjukkan bahwa pertumbuhan belum dinikmati secara merata oleh seluruh kabupaten/kota, sehingga pemerataan pembangunan dan penguatan ekonomi wilayah di luar Bali Selatan, yakni Wilayah Bali Barat, Utara dan, Timur perlu menjadi prioritas kebijakan Pemerintah Provinsi Bali,” katanya.
Untuk mendukung pemerataan, Golkar mendorong penguatan infrastruktur penghubung antardaerah serta pengembangan sektor ekonomi di luar Bali Selatan, termasuk agroindustri dan industri hijau. Fraksi ini juga menilai ketergantungan pendapatan daerah pada pariwisata perlu diantisipasi melalui mitigasi risiko fiskal.
Sementara PU Fraksi Demokrat-Nasdem yang dibacakan I Komang Wirawan meminta pemerintah menjelaskan apakah penurunan belanja modal dari Rp806,2 miliar lebih menjadi Rp337,8 miliar lebih itu, dipengaruhi keterbatasan fiskal atau karena kebutuhan infrastruktur dinilai telah terpenuhi. “Apakah penurunan ini disebabkan oleh keterbatasan fiskal atau karena sebagian besar kebutuhan infrastruktur sudah terpenuhi dan bagaimana dampaknya terhadap percepatan pembangunan Bali,” kata Wakil Ketua Fraksi Demokrat-Nasdem itu.
Selain belanja modal, Fraksi Demokrat-Nasdem menyoroti pendapatan transfer dari pemerintah pusat dalam RAPBD Bali 2027 yang turun Rp1,16 triliun lebih atau 50,31 persen, dari Rp2,31 triliun lebih pada 2026 menjadi Rp1,14 triliun lebih. Penurunan transfer yang diperkirakan mencapai lebih dari 50 persen menjadi perhatian karena berpengaruh terhadap ruang fiskal daerah.
Wirawan menilai penurunan tersebut perlu diantisipasi karena dana transfer turut memengaruhi kemampuan daerah membiayai pembangunan dan pelayanan masyarakat. Karena itu, Fraksi ini meminta Pemprov Bali memperkuat komunikasi dan lobi dengan pemerintah pusat agar dana transfer dapat ditingkatkan atau setidaknya dipertahankan pada tingkat tahun sebelumnya. “Dana transfer Pemerintah Pusat bisa ditingkatkan dan/atau minimal sama dengan tahun 2026; sebab dana tersebut akan berpengaruh terhadap kelancaran perdagangan barang dan jasa yang berdampak positif pada perekonomian masyarakat Bali,” katanya.
Sementara PU Fraksi Gerindra-PSI juga menyoroti penurunan pendapatan daerah dalam RAPBD 2027 sebesar 12,78 persen, yang salah satunya dipengaruhi penurunan dana transfer lebih dari 50 persen. Ketua Fraksi Gerindra-PSI, Gede Harja Astawa, meminta pemerintah memberikan penjelasan mengenai kondisi tersebut dan peluang untuk mengoptimalkan pendapatan daerah. “Fraksi Gerindra-PSI mempertanyakan penurunan pendapatan daerah TA 2027 sebesar 12,78 persen yang disebabkan oleh penurunan dana transfer lebih dari 50 persen,” katanya.
Fraksi Gerindra-PSI juga menekankan pentingnya memastikan anggaran infrastruktur tetap memadai, terutama untuk pemeliharaan jalan, jaringan jalan, dan irigasi yang dialokasikan sekitar Rp79,62 miliar. Harja mengingatkan agar penghematan anggaran tidak menimbulkan dampak lebih besar terhadap keselamatan masyarakat maupun aktivitas ekonomi. “Keselamatan masyarakat dan kelancaran kegiatan ekonomi harus menjadi prioritas. Jangan sampai penghematan anggaran hari ini justru menimbulkan biaya sosial dan ekonomi yang lebih besar di kemudian hari,” katanya.
Sementara Fraksi PDI Perjuangan mengingatkan agar penurunan belanja modal dinilai dengan mempertimbangkan keseluruhan struktur belanja dan kebutuhan wajib daerah. Anggota Fraksi PDI Perjuangan, Ni Kadek Darmini, menyatakan penilaian terhadap besaran belanja modal perlu melihat kemampuan anggaran dalam mendukung infrastruktur dan pelayanan publik. “Pencermatan Fraksi tidak langsung menyimpulkan bahwa belanja modal tersebut terlalu kecil sebelum melihat orientasi seluruh struktur belanja dan kebutuhan wajib daerah. Namun apakah ruang fiskal yang tersedia sudah cukup untuk membiayai kebutuhan infrastruktur, peningkatan kualitas pelayanan publik, dan program-program yang memiliki dampak ekonomi jangka panjang?” ujarnya.
PDI Perjuangan juga mengingatkan target PAD lebih dari Rp4,5 triliun harus disusun berdasarkan perhitungan realistis, potensi pendapatan yang terukur, dan strategi optimalisasi penerimaan. Fraksi Banteng bermoncong putih ini menilai ketergantungan terhadap sektor pariwisata perlu menjadi pertimbangan dalam menyusun proyeksi pendapatan. (bgn008)2610210

Comments
Loading...
Pengalaman Pengguna Game Penghasil Saldo DANA Lebih Cepat Adaptif Dan Efisien Dibawa Oleh Inovasi Teknologi
Pergeseran Mutu Produksi Kosmetik Terdeteksi Lebih Akurat Berkat Aliran Data Langsung
Pengalaman Pengguna Semakin Responsif Adaptif Dan Efisien Berkat Perkembangan Teknologi Modern
Momentum Tetap Terarah Dan Terkendali Dipertahankan Melalui Taktik Mode Pemburu Sic Bo Live
Keputusan Tetap Terukur Dalam Game Online Dipertahankan Melalui Pengelolaan Modal Cerdas
Kapitalisasi Pasar Dan Inovasi Kasino Online Berubah Di Tengah Disrupsi Teknologi Modern
Strategi Baru Untuk Meningkatkan Keunggulan Kompetitif Dibuka Melalui Business Model Canvas Mahjong Ways
Kualitas Sistem Mahjongways Kasino Online Dipahami Melalui Identifikasi Nilai Pembayaran Game Penghasil Saldo DANA
Perspektif Baru Dalam Menganalisis Perkembangan Mahjong Ways Dibuka Melalui Modernisasi Strategi
Kasino Menjadi Studi Sistem Informasi Bagi Mahasiswa Melalui Pelatihan Enterprise Architecture
Mahjongways Kasino Online Dijadikan Acuan Strategi Marketing dalam Lingkungan Pemerintahan
Keamanan Informasi Jadi Fondasi Utama Layanan Konsultasi Kosmetik Berbasis Teknologi
Teknologi Pemantauan Membantu Mengukur Frekuensi Pembayaran secara Lebih Objektif dan Terukur
Kajian Statistik Pola RTP Menyoroti Perkembangan Teknologi Neural Sintetis Regulatoris
Simulasi Statistik Membuka Pendekatan Baru Memahami Mahjong Game Sungai Penuh secara Terukur
Statistik Objektif Membantu Membaca Pola Mahjong Game Sungai Penuh dengan Lebih Rasional
Strategi Mahjong Game Sungai Penuh Makin Terarah melalui Pendekatan Statistik Modern
Pendekatan Data Objektif Membantu Mengkaji Mahjong Game Saldo DANA Sungai Penuh secara Lebih Terstruktur
Mahjong Game Sungai Penuh Dikaji lewat Simulasi Statistik untuk Membaca Pola Aktivitas
Aturan Mahjong Digital dari Dua Kartu Awal hingga Penentuan Rentang Nilai Game Penghasil Saldo DANA
Pendekatan Adaptif MahjongWays Kasino Online Membantu Menjaga Keseimbangan Anggaran Hiburan
Kemunculan Simbol Unik MahjongWays Kasino Online Perlu Dibaca Secara Lebih Rasional
Mahjong Ways Menarik Minat Pemain di Tengah Ketatnya Persaingan Game Digital
Pengaturan Tempo MahjongWays Kasino Online Tidak Menentukan Munculnya Kombinasi Khusus
Starlight Princess Kembali Merebut Perhatian Pemain MBG Berkat Daya Tariknya
Membaca Pola Mahjong Ways dan Tren Permainan Lewat Data Saldo DANA Terbaru
Disiplin Mental MahjongWays Kasino Online Membantu Mencegah Keputusan Finansial yang Terlalu Impulsif
Mengenal Sweet Bonanza sebagai Game Digital Online dengan Tema Manis yang Menarik
Rotasi Awal MahjongWays Kasino Online Bukan Tolok Ukur Kemurahan Sistem Permainan
Menelusuri Strategi Terbaik dalam Bermain Game Penghasil Saldo DANA Secara Lebih Mendalam