Wawali Arya Wibawa Dampingi Wamenko Pangan Tinjau Bank Sampah Gema Pelita, SDN 5 Pedungan
Denpasar, Baliglobalnews
Wakil Walikota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa mendampingi Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan Hanif Faisol Nurofiq mengunjungi Bank Sampah Gema Pelita di SDN 5 Pedungan, Kota Denpasar, pada Kamis (10/9/2026). Kunjungan ini untuk melihat secara langsung edukasi dan praktik pengelolaan sampah dari sumber yang melibatkan siswa dan lingkungan sekolah.
Wakil Menteri Hanif Faisol Nurofiq mengapresiasi langkah Pemerintah Kota Denpasar dalam memperkuat pengelolaan sampah dari sumber, termasuk melalui edukasi pemilahan sampah di lingkungan sekolah. Menurutnya, perubahan perilaku harus dibangun sejak dini agar menjadi kebiasaan yang berkelanjutan. “Ini suatu contoh yang kita lihat. Ketika ditanyakan kepada anak-anak, sudah tersedia tebe modern dan black composter, mereka menjawab sudah. Artinya, keseriusan Bapak Wali Kota ini menjadi langkah besar dalam penanganan sampah,” ujarnya.
Dia menyebutkan persoalan sampah menjadi tantangan serius bagi Bali, termasuk Kota Denpasar yang merupakan salah satu destinasi pariwisata internasional. Karena itu, pengelolaan sampah dari rumah tangga, hotel, sekolah hingga fasilitas lainnya harus terus diperkuat.
Hanif juga menyampaikan bahwa berdasarkan laporan Pemerintah Provinsi Bali, volume sampah yang masuk ke TPA Suwung terus mengalami penurunan. Ke depan, pihaknya mendorong agar sampah organik dapat diselesaikan di sumber sehingga sampah yang masuk ke TPA semakin berkurang. “Sampah organik harus sudah diselesaikan di sumber. Ini yang terus kita dorong,” katanya.
Selain pengelolaan dari sumber, pemerintah juga mendorong pengembangan fasilitas pengolahan sampah menjadi energi listrik yang ditargetkan dapat beroperasi pada akhir 2027. Hanif berharap Denpasar dan Badung dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam pengelolaan sampah di tengah tingginya aktivitas masyarakat dan kunjungan wisatawan. Hanif juga berharap upaya pengelolaan sampah di Kota Denpasar terus diperkuat sehingga dapat mendukung pencapaian penghargaan Adipura. “Kami sudah menyampaikan kepada kabupaten lain untuk belajar di Denpasar. Kompleksitasnya cukup tinggi dan kehadiran wisatawan cukup banyak dibandingkan jumlah penduduknya, tetapi pelayanan wisata tetap harus berjalan tanpa mengurangi upaya mengatasi masalah sampah,” katanya.
Sementara Wawali Arya Wibawa menyampaikan terima kasih atas apresiasi yang diberikan pemerintah pusat terhadap upaya penanganan sampah di Kota Denpasar. Menurut dia, edukasi sejak usia sekolah menjadi bagian penting dalam membangun budaya memilah dan mengelola sampah. “Terima kasih atas apresiasi yang diberikan Bapak Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan. Pengelolaan sampah dari sumber menjadi langkah penting untuk mengurangi beban sampah yang dibawa ke tempat pemrosesan akhir. Karena itu, edukasi kepada masyarakat, termasuk anak-anak di sekolah, terus kami perkuat,” ujarnya.
Ketua Bank Sampah Gema Pelita Dede Mahandra mengatakan bahwa bank sampah di SDN 5 Pedungan tidak hanya berfungsi sebagai tempat penampungan, tetapi juga menjadi sarana edukasi bagi siswa dan keluarga. Para siswa diajak memilah sampah dari rumah, kemudian menabung sampah anorganik di bank sampah. “Anak-anak menabung sampah bersama keluarganya. Mereka memilah sampah dari rumah, kemudian sampah yang sudah dipilah ditabung di bank sampah,” katanya.
Sementara sampah organik diolah di lingkungan sekolah melalui tebe modern, komposter, lubang biopori, serta pengembangan eco enzyme. Para siswa juga dilibatkan sebagai Gema Pelita Ranger yang membantu proses penimbangan sekaligus mengedukasi teman-temannya.
Dede menambahkan, edukasi pengelolaan sampah dilakukan secara rutin, termasuk melalui kegiatan sekolah dan layanan penimbangan sampah yang dilaksanakan secara berkala. “Kami juga melakukan edukasi setiap pagi. Pada saat purnama dan tilem, kami melaksanakan kegiatan Bank Sampah Gema Pelita,” pungkasnya.
Turut hadir Kepala DLHK Ida Bagus Putra Wirabawa serta Kepala Disdikpora AA Gede Wiratama. (*/bgn003)26091009



