Dea Pramitasari, Lulusan Terbaik dari 9 Program Magister Pascasarjana Unwar
Denpasar, Baliglobalnews
Dea Pramitasari kini berhak menyandang gelar magister Program Studi Kenotariatan, lengkapnya Dea Pramitasari, S.H., M.Kn. Dea juga menyandang predikat sebagai lulusan terbaik dari 9 program magister yang ada di Program Magister Pascasarjana Unwar dengan nilai IPK sempurna, 4,00 dalam waktu tempuh hanya 1 tahun 6 bulan 11 hari dengan predikat pujian atau cumlaude.
Kebahagiaan Dea rupanya semakin lengkap manakal dia menyelesaikan pendidikan bersama sang suami, I Putu Krisnanda Maha Satria, S.H., M.Kn. Keduanya sama-sama berhasil menuntaskan pendidikan Magister Kenotariatan dan merayakan pencapaian akademik tersebut dalam momentum yudisium yang sama, yakni Yudisium ke-31 Fakultas Pascasarjana Universitas Warmadewa di Prama Sanur Beach Hotel pada Selasa (18/8/2026) sore.

Pencapaian akademik yang diraih Dea lahir dari proses, kerja keras, dan kesungguhan selama menempuh pendidikan di Unwar. Di balik prestasinya, Dea juga aktif menghasilkan karya ilmiah yang mengangkat persoalan kekayaan intelektual komunal. Salah satu kajiannya membahas perlindungan kekayaan intelektual komunal tenun endek Catri Klungkung, sebuah topik yang menunjukkan kepeduliannya terhadap perlindungan karya budaya lokal di tengah perkembangan zaman.

Saat dipercaya menjadi perwakilan lulusan untuk menyampaikan pesan di atas panggung, Dea mengungkapkan rasa syukur atas pencapaian yang diraihnya. Baginya, predikat lulusan terbaik bukanlah sesuatu yang datang secara instan, melainkan buah dari proses panjang yang penuh tantangan serta dukungan dan doa dari banyak pihak. “Menjadi lulusan terbaik pada Program Studi Magister Kenotariatan merupakan kebahagiaan yang sangat utuh bagi saya. Proses pembelajaran yang saya lewati penuh dengan tantangan. Saya juga merasa bangga, karena banyak doa yang mengiringi perjalanan saya selama menempuh pendidikan di Universitas Warmadewa,” katanya.
Menantu Anggota DPRD Kabupaten Badung, I Nyoman Satria, S.Sos., M.Si. itu menyatakan predikat lulusan terbaik bukan semata-mata sebuah penghargaan, tetapi juga membawa tanggung jawab baru. “Gelar dan pencapaian akademik yang diperoleh harus menjadi pengingat untuk terus menjaga nama baik almamater sekaligus memperbaiki diri dalam menjalani kehidupan setelah menyelesaikan pendidikan. Setelah menyandang gelar sebagai lulusan terbaik, ada hal yang perlu saya emban ke depannya, yakni menjaga nama baik Fakultas Pascasarjana Universitas Warmadewa dan selalu menjadi manusia yang lebih baik lagi,” ujarnya.
Bagi Dea, gelar Magister Kenotariatan (M.Kn.) yang kini disandangnya bukan sekadar tambahan di belakang nama. Gelar tersebut dia maknai sebagai kompas yang akan menuntun langkahnya dalam menentukan arah pengabdian dan karier profesional ke depan.
Langkah berikutnya pun telah dia persiapkan. Dea berencana melanjutkan proses menuju Anggota Luar Biasa (ALB) Ikatan Notaris Indonesia (INI) sebagai bagian dari perjalanan menuju profesi notaris.
Dia menyadari bahwa menjadi seorang notaris tidak hanya membutuhkan kecakapan akademik, tetapi juga kejujuran, tanggung jawab, dan integritas. Karena itu, cita-cita yang ingin diwujudkannya bukan sekadar menjadi seorang notaris, melainkan menjadi notaris yang mampu menjalankan profesinya dengan amanah. “Harapan saya ke depan, semoga dilancarkan jalannya untuk menjadi seorang notaris yang amanah dan tentu menjadi notaris yang berintegritas,” katanya. (*/bgn003)26081912




