Walikota Jaya Negara Teken MoU dengan BPSDMP Kemenhub, Cetak SDM Transportasi Unggul Berbasis Daerah Lewat Program Pembibitan Taruna
Semarang, Baliglobalnews
Walikota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara menandatangani memorandum of understanding (MoU) dengan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan (BPSDMP) Kementerian Perhubungan dan perjanjian kerja sama (PKS) dengan Politeknik Transportasi Darat Indonesia-STTD dan Politeknik Transportasi Darat Bali di Politeknik Ilmu Pelayaran (PIP) Semarang, Jawa Tengah, pada Jumat (31/7/2026).
Walikota Jaya Negara menyampaikan apresiasi atas terjalinnya kerja sama tersebut. Menurut dia, penandatanganan MoU dan PKS tersebut menjadi momentum penting dalam membangun sinergi antara pemerintah daerah dengan Kementerian Perhubungan guna meningkatkan kualitas SDM di bidang transportasi. “Kami menyampaikan terima kasih kepada Badan Pengembangan SDM Perhubungan Kementerian Perhubungan atas kepercayaan dan kesempatan untuk menjalin kerja sama ini. Bagi kami, ini bukan sekadar penandatanganan dokumen, tetapi merupakan awal dari kolaborasi yang diharapkan mampu melahirkan SDM transportasi yang profesional, kompeten, dan siap menjawab kebutuhan pembangunan daerah,” ujarnya.
Jaya Negara menyampaikan bahwa kebutuhan akan SDM transportasi yang berkualitas semakin penting seiring dengan pesatnya perkembangan Kota Denpasar sebagai pusat pemerintahan, perdagangan, jasa, pariwisata, dan mobilitas masyarakat di Bali. Karena itu, kata dia, peningkatan kapasitas aparatur maupun generasi muda melalui pendidikan kedinasan menjadi investasi jangka panjang bagi daerah. “Kami berharap kerja sama ini dapat memberikan kesempatan yang lebih luas bagi generasi muda Denpasar untuk mengikuti pendidikan di bawah Kementerian Perhubungan. Setelah menyelesaikan pendidikan, mereka diharapkan kembali mengabdi di daerah dengan membawa kompetensi dan inovasi yang mampu mendukung penyelenggaraan transportasi yang aman, tertib, nyaman, dan berkelanjutan bagi masyarakat,” katanya.
Sementara Kepala Badan Pengembangan SDM Perhubungan Suharto mengatakan bahwa penguatan SDM transportasi merupakan kebutuhan yang sangat mendesak di tengah semakin kompleksnya tantangan sektor transportasi. Peningkatan jumlah kendaraan, kemacetan, perkembangan teknologi transportasi, hingga persoalan keselamatan dan polusi udara memerlukan SDM yang memiliki kompetensi, integritas, dan kemampuan manajerial yang baik.
Menurut dia, program pembibitan taruna menjadi salah satu solusi strategis dalam mencetak tenaga profesional di bidang transportasi. Melalui pola pembibitan tersebut, putra-putri daerah memperoleh pendidikan secara terarah untuk kemudian kembali mengabdi di daerah asalnya. “Melalui skema pembibitan ini, kami ingin memastikan setiap daerah memiliki SDM transportasi yang mampu merencanakan, mengelola, dan mengembangkan sistem transportasi secara komprehensif. Dengan demikian, mereka dapat menghadirkan layanan transportasi yang aman, nyaman, efisien, dan berkelanjutan sesuai kebutuhan masyarakat serta mendukung pembangunan nasional maupun daerah,” ujarnya. (*/bgn003)26073107