Denpasar Jadi Rujukan Penanganan Kemiskinan, Walikota Jaya Negara Terima Study Tiru Bupati Paser
Denpasar, Baliglobalnews
Walikota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara menerima kunjungan studi tiru Pemerintah Kabupaten Paser, Kalimantan Timur, yang dipimpin Bupati Paser Fahmi Fadli di Kantor Walikota Denpasar pada Kamis (16/7/2026).
Bupati Fahmi Fadli beserta rombongan diterima langsung Walikota Jaya Negara. Turut mendampingi, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Komang Lestari Kusuma Dewi, Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Dewa Gede Juli Artabrata, Sekretaris Dinas Sosial Made Yudyani Putri, serta Sekretaris Dinas Kesehatan Anak Agung Ngurah Gede Dharmayuda.

Fahmi Fadli mengapresiasi atas sambutan hangat Pemerintah Kota Denpasar. Menurut dia, keberhasilan Denpasar menekan angka kemiskinan ekstrem hingga sekitar 0,03 persen menjadi inspirasi bagi daerah lain. Karena itu, Kabupaten Paser ingin mempelajari secara langsung berbagai kebijakan, inovasi, serta pola kolaborasi lintas sektor yang diterapkan Pemkot Denpasar agar dapat diadaptasi sesuai kondisi daerahnya. “Kami datang ke Denpasar untuk belajar bersama. Penanganan kemiskinan di Kota Denpasar sangat baik, terutama dalam menekan kemiskinan ekstrem yang kini hampir mencapai nol. Terima kasih atas penerimaan dan kesempatan berbagi pengalaman yang diberikan kepada kami,” ujarnya.

Sementara Walikota Jaya Negara menyampaikan ucapan terima kasih kepada Bupati Paser yang telah memilih Kota Denpasar sebagai pusat study tiru. Jaya Negara menjelaskan bahwa keberhasilan menekan angka kemiskinan tidak lepas dari sinergi seluruh pihak serta dukungan kondisi Denpasar sebagai ibu kota Provinsi Bali dan daerah pariwisata. “Dengan jumlah penduduk sekitar 762,48 ribu jiwa yang tersebar di empat kecamatan, 27 desa, dan 16 kelurahan, Denpasar terus berupaya menjaga pertumbuhan ekonomi melalui penguatan sektor jasa, perdagangan, pariwisata, dan penyelenggaraan berbagai event kreatif yang mampu menggerakkan UMKM,” ujarnya.
Jaya Negara menyebutkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Denpasar saat ini mencapai sekitar Rp2,2 triliun. Di sisi lain, persentase penduduk miskin di Kota Denpasar juga terus mengalami penurunan. Dari 2,14 persen pada tahun 2020, angka tersebut sempat meningkat akibat dampak pandemi, namun kembali menurun secara konsisten hingga mencapai 2,16 persen pada tahun 2025. Capaian ini jauh lebih rendah dibandingkan rata-rata Provinsi Bali.
Jaya Negara menyampaikan Pemkot Denpasar menjalankan berbagai program terpadu dalam upaya memutus mata rantai kemiskinan, di antaranya program bedah rumah senilai Rp100 juta per unit yang didukung CSR BUMN, Perumda, serta berbagai pemangku kepentingan. Selain menyediakan hunian yang layak, Pemerintah Kota Denpasar terus memperkuat transformasi digital dalam pelayanan publik, salah satunya melalui pelaksanaan uji coba Perlindungan Sosial Digital (Perlinsos Digital). “Program ini menjadi langkah strategis untuk memastikan penyaluran bantuan sosial semakin tepat sasaran, transparan, dan mudah diakses oleh masyarakat melalui pemanfaatan data yang terintegrasi,” ujarnya. (*/bgn003)26071610




