Sekda Eddy Mulya Terima Kunker Pemkab Magelang, Wahana Tukar Inovasi dan Strategi Pembiayaan Pembangunan Daerah Lewat KPBU
Denpasar, Baliglobalnews
Pemerintah Kota Denpasar menerima kunjungan kerja Pemerintah Kabupaten Magelang yang dipimpin Pelaksana Harian (Plh) Sekda David Rudiyanto bersama Ketua DPRD Sakir di Ruang Praja Utama Kantor Walikota Denpasar pada Kamis (25/6/2026). Kunjungan tersebut diterima langsung Sekda I Gusti Ngurah Eddy Mulya bersama jajaran terkait.
Kunjungan ini bertujuan untuk mempelajari penerapan skema kerja sama pemerintah dengan badan usaha (KPBU) yang tengah dikembangkan Pemerintah Kota Denpasar dalam mendukung pembangunan infrastruktur dan pelayanan publik.
David Rudiyanto mengatakan ingin memperoleh gambaran mengenai pertimbangan Pemerintah Kota Denpasar dalam memilih skema KPBU dibandingkan alternatif pembiayaan lainnya, seperti pinjaman daerah. Selain itu, pihaknya juga ingin mengetahui berbagai tantangan yang dihadapi, strategi mitigasi yang dilakukan, serta pola koordinasi antar perangkat daerah dalam pelaksanaan KPBU. “Dari kunjungan ini kami ingin belajar agar nantinya dapat diterapkan di Kabupaten Magelang,” ujarnya.
Sementara Sekda Eddy Mulya menyampaikan pemilihan skema KPBU didasarkan pada sejumlah parameter. Di antaranya ketika proyek membutuhkan investasi besar yang tidak dapat dibiayai sekaligus melalui APBD, memerlukan pengelolaan jangka panjang, memiliki risiko yang lebih efisien ditanggung badan usaha, serta berpotensi menghasilkan pendapatan atau pembayaran layanan secara berkelanjutan.
Selain itu, kata dia, KPBU dipilih apabila secara perhitungan biaya sepanjang siklus proyek (life cycle cost) dinilai lebih efisien dibandingkan skema pembiayaan lainnya. “Saat ini Pemerintah Kota Denpasar sedang menyiapkan dua proyek strategis yang direncanakan menggunakan skema KPBU, yakni Proyek Pengembangan Alat Penerangan Jalan (APJ) dan Pengembangan Rumah Sakit Umum Daerah Wangaya,” jelasnya.
Menurut dia, penggunaan pinjaman daerah dinilai lebih sesuai untuk proyek-proyek yang sederhana dan dapat sepenuhnya dikelola pemerintah daerah. Sementara proyek yang membutuhkan investasi besar, teknologi, standar layanan tertentu, pengelolaan jangka panjang, serta pembagian risiko dengan badan usaha lebih tepat menggunakan skema KPBU.
Eddy Mulya juga menjelaskan bahwa simpul KPBU Kota Denpasar berada di Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda). Keterlibatan dan koordinasi antar-OPD dalam kelompok kerja KPBU sejauh ini berjalan aktif dan sinergis.
Pihaknya berharap kunjungan ini dapat memperkuat kerja sama antar daerah sekaligus mendorong optimalisasi pembangunan dan pelayanan publik melalui skema pembiayaan yang berkelanjutan. (*/bgn003)26062504