Sapi Kurban Presiden di Tabanan Dipotong dan Dibagikan untuk Umat Muslim dan Nonmuslim
Singasana, Baliglobalnews
Yayasan Nurul Falah At Tabani Tabanan melaksanakan penyembelihan hewan kurban dalam rangka Hari Raya Idul Adha 2026 di halaman Musholla Nurul Falah, Pesiapan, Desa Dauh Peken, Kecamatan Tabanan, pada Rabu (27/5/2026) pagi. Menariknya, salah satu hewan kurban yang disembelih merupakan satu ekor sapi bantuan langsung dari Presiden RI Prabowo Subianto.
Sapi jantan tersebut sebelumnya diserahkan oleh Dinas Pertanian Kabupaten Tabanan kepada pihak yayasan pada Selasa, 26 Mei 2026 sekira pukul 10.00 WITA dengan estimasi bobot mencapai 474 kilogram.
Ketua Panitia Hari Besar Islam (PHBI) dan Nasional Yayasan Nurul Falah Tabanan Eko Sujoko menegaskan bahwa proses penyembelihan yang dimulai tepat pukul 10.00 WITA berjalan lancar dan telah memenuhi seluruh standar baku keagamaan serta kedinasan. “Sebelum disembelih, hewan kurban ini sudah melewati proses pemeriksaan eksternal dan internal secara ketat dari tim kesehatan internal kami. Hasil pemeriksaan menyatakan sapi bantuan Bapak Presiden ini sah, sehat, dan memenuhi semua persyaratan rukun kurban,” ujarnya.
Secara keseluruhan, kata dia, pada Idul Adha tahun ini Yayasan Nurul Falah yang mengayomi sekitar 380 Kepala Keluarga (KK) menyembelih total 11 ekor sapi (termasuk sapi bantuan Presiden) dan 9 ekor kambing kurban. Pihak yayasan pun menyampaikan rasa syukur dan terima kasih yang mendalam atas perhatian dan bantuan perdana yang diberikan oleh Kepala Negara ke wilayah mereka.
Hal yang menarik dan menjadi tradisi konsisten di yayasan tersebut, kata dia, adalah mekanisme distribusi daging kurban yang tidak hanya menyasar umat Muslim, melainkan juga dibagikan secara merata kepada warga nonmuslim di sekitar lingkungan yayasan.
Langkah ini diambil sebagai wujud nyata dari implementasi nilai kearifan lokal Bali, yakni menyama braya (merawat persaudaraan lintas iman). Pihak panitia sejak awal telah melakukan pendekatan persuasif yang humanis untuk merangkul para tetangga sekitar yang beragama Hindu maupun Kristen. “Setiap ibadah kurban, bukan warga Muslim saja yang dapat. Semua warga di sekitar lingkungan kita, baik yang nonmuslim kami bagikan rata. Ini bentuk nyata kebersamaan dan tradisi menyama braya yang selalu kami jaga,” katanya.
Eko menyampaikan tradisi berbagi ini tidak hanya dilakukan saat momentum Idul Adha. Pada hari besar lain seperti peringatan Maulid Nabi, pihak yayasan juga rutin membagikan ratusan nasi kotak siap saji kepada warga sekitar secara langsung. Sinergi keharmonisan ini diharapkan dapat terus dirawat secara berkelanjutan sebagai cerminan indahnya toleransi di Kabupaten Tabanan.
Di sisi lain, sapi jantan jenis Bali dengan bobot 474 kilogram tersebut diketahui dibeli seharga Rp60 juta dari seorang peternak I Wayan Doni Ardita (36), asal Banjar Anyar, Desa Perean Kangin, Kecamatan Baturiti. Sapi ini berhasil terpilih setelah lolos seleksi ketat oleh tim Dinas Pertanian Provinsi Bali bersama Dinas Pertanian Kabupaten Tabanan.
Doni mengaku bersyukur ternaknya kembali dipercaya menjadi hewan kurban Presiden. Menurut dia, proses seleksi dilakukan cukup ketat, mulai pemeriksaan kesehatan, kondisi fisik hingga kualitas daging langsung di kandang. “Pengecekan dilakukan sekitar sebulan lalu. Semua diperiksa, termasuk kualitas daging dan kondisi sapi. Sapi pilihan Presiden tidak hanya dilihat dari ukuran tubuh, tetapi juga kualitas daging yang dihasilkan,” ujarnya seraya menambahkan, perawatan dilakukan secara khusus melalui pemberian pakan berkualitas, tambahan konsentrat serta vitamin rutin setiap bulan.
Bagi Doni, pengalaman tersebut bukan kali pertama. Pada Idul Adha 2025 lalu, dua ekor sapi miliknya dengan bobot 485 kilogram dan 515 kilogram juga dibeli untuk kebutuhan kurban Presiden dengan total nilai mencapai Rp85 juta. (bgn020)26052707