Aksi “Dropping Point” di Kecamatan Tabanan Sukses Kumpulkan 36 Kilogram Sampah Anorganik
Singasana, Baliglobalnews
Komunitas Tabanan Lovers (Talov) bersama Patradesa dan TPS 3R Sadu Kencana mengambil langkah nyata dalam menangani persoalan sampah di wilayah perkotaan. Mereka menggelar aksi edukasi pemilahan sampah melalui sistem dropping point atau titik pengumpulan sampah anorganik di Jalan Darmawangsa, Desa Delod Peken, Kecamatan Tabanan, pada Jumat (15/5/2026).
Perwakilan Komunitas sekaligus Founder Komunitas Talov I Nyoman Wahya Biantara mengatakan inisiatif ini muncul untuk menjembatani pengelolaan sampah yang selama ini masih belum terorganisir dengan baik, terutama untuk kategori anorganik. “Sebenarnya sampah anorganik ini adalah sampah yang bernilai. Kami ingin ada solusi seperti drop point ini supaya masyarakat gampang, tinggal membawa saja ke sini,” ujarnya.
Menurut Wahya, meskipun baru pertama kali dilaksanakan dropping point ini berhasil menarik 27 warga untuk datang langsung membawa sampah mereka. Selama dua jam operasional (pukul 08.00-10.00 Wita), tercatat 36,15 kg sampah anorganik berhasil dikumpulkan. “Responsnya lumayan banyak antusiasnya. Tadi bahkan ada yang datang dari Desa Delod Peken. Bayangkan, dalam 2 jam ada 27 orang yang datang. Ini bukti bahwa masyarakat sebenarnya sangat memerlukan solusi dan tempat untuk menyalurkan sampah mereka,” katanya.
Selain sampah anorganik, tim juga mencatat adanya sampah organik 3,75 kg dan residu 13,75 kg, serta 0,75 kg sampah B3 atau medis yang dibawa warga untuk diedukasi cara pemilahannya.
Wahya menekankan bahwa poin utama dari kegiatan ini adalah edukasi. Masyarakat diajarkan secara langsung cara memilah sampah yang benar. Ia ingin mengubah stigma bahwa sampah anorganik (seperti botol plastik, kertas, dan logam) adalah beban, padahal sebenarnya memiliki nilai ekonomi jika dikelola melalui alur yang benar. “Anorganik ini sampah bernilai yang selama ini mungkin hanya diambil pemulung secara tidak terorganisir. Melalui dropping point ini, sampah yang terkumpul dibawa ke TPS 3R untuk dipilah lebih lanjut sebelum masuk ke proses daur ulang,” ungkapnya.
Pihaknya berharap ke depannya pihak-pihak lain, terutama perangkat desa, dapat mengadopsi sistem dropping point serupa untuk memobilisasi masyarakat dalam skala yang lebih besar. “Harapan kami ada pihak berwenang atau bahkan pelaku bisnis yang melihat celah ini untuk membuat drop point permanen. Keterlibatan desa sangat penting karena mereka yang bisa memobilisasi masyarakat secara masif,” katanya.
Sementara Camat Tabanan I Gusti Kadek Dwi Suparyana yang turun langsung memantau kegiatan tersebut, memberikan apresiasi terhadap kolaborasi komunitas ini. Menurut dia, keberadaan drop point sangat membantu pemerintah dalam mengedukasi masyarakat secara persuasif tanpa harus mengedepankan sanksi. “Kegiatan ini sangat bagus dan menjadi jawaban bagi masyarakat. Ketika mereka sudah memilah di rumah, sekarang mereka punya tempat untuk menyalurkannya agar memiliki nilai ekonomi melalui Bank Sampah atau TPS 3R,” ujarnya.
Dia mencatat bahwa kehadiran dropping point seperti ini sangat krusial, terutama untuk wilayah yang belum memiliki fasilitas pengolahan sampah mandiri seperti Desa Delod Peken. Sedangkan desa layanan lain di Kecamatan Tabanan seperti Desa Dauh Peken, Dajan Peken, Denbantas, dan Bongan saat ini sudah memiliki fasilitas TPS 3R.
Terkait penerapan sanksi tindak pidana ringan (tipiring) yang sempat digaungkan Satgas Percepatan Penanganan Sampah beberapa hari lalu, Camat Tabanan mengungkapkan bahwa hingga saat ini belum ada warga yang ditindak secara hukum. Dia menilai pendekatan melalui komunitas jauh lebih efektif untuk mengubah perilaku masyarakat secara perlahan. “Merubah perilaku itu butuh waktu dan tidak instan. Kami akan terus menggandeng komunitas dan memaksimalkan peran TPS 3R untuk melakukan edukasi jemput bola hingga ke tingkat banjar dan kelompok PKK,” katanya.
Aksi dropping point anorganik ini dijadwalkan akan kembali berlanjut pada akhir pekan ini, yakni Sabtu (16/5/2026) di pintu selatan Gedung Kesenian I Ketut Maria dan Minggu (17/5/2026) di seputaran Lapangan Alit Saputra, mulai pukul 08.00 hingga 10.00 Wita. Aksi drop point tersebut diakhiri dengan pengangkutan sampah yang terkumpul ke TPS 3R Sadu Kencana untuk dipilah lebih detail sebelum masuk ke proses daur ulang. (bgn020)26051504