Sempat Mengular Dua Hari, Antrean Truk di TPA Mandung Cair Usai Stok Pertadex Tiba
Singasana, Baliglobalnews
Aktivitas pembuangan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Mandung, Desa Sembung Gede, Kecamatan Kerambitan, Tabanan, mengalami hambatan serius dalam dua hari terakhir. Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) jenis pertadex nonsubsidi di stasiun pengisian bahan bakar mitra kerja membuat dua unit alat berat di TPA tersebut tidak dapat beroperasi, yang memicu antrean panjang puluhan truk pengangkut sampah.
Kondisi ini mulai dirasakan sejak Sabtu (25/4/2026) lalu, di mana truk-truk pengangkut sampah terpaksa mengantre lama, karena muatan mereka tidak bisa segera diratakan dan ditata oleh alat berat di lokasi pembuangan.
Kepala UPTD Pengolahan Sampah dan Tinja Kabupaten Tabanan I Wayan Atmaja menjelaskan bahwa kendala ini merupakan kejadian berulang. Sebelumnya, situasi serupa sempat terjadi dan baru kembali normal pada Kamis (23/4/2026) setelah stok pertadex tersedia.
Namun, kondisi normal tersebut tidak bertahan lama. Peningkatan intensitas kerja petugas untuk mengejar ketertinggalan penataan sampah sejak Jumat justru menguras stok bahan bakar lebih cepat. “Pada Sabtu lalu, proses pengangkutan kembali terkendala karena pasokan pertadex di SPBU kembali kosong. Akibatnya, alat berat tidak bisa beroperasi dan hingga Senin ini pengangkutan sampah masih belum maksimal,” ujar Atmaja pada Senin (27/4/2026).
Atmaja mengakui bahwa hambatan operasional ini terjadi karena kendala administratif. Saat ini, TPA Mandung hanya menjalin kerja sama pengadaan pertadex dengan satu lokasi saja, yaitu SPBU Abiantuwung. “Kerja sama ini hanya di SPBU Abiantuwung. Secara administrasi, kami tidak dapat melakukan pembelian di lokasi lain. Jadi, jika stok di sana habis, alat berat kami otomatis berhenti bekerja,” katanya.
Dia menyebutkan sekitar pukul 14.00 Wita, pasokan BBM dari Pertamina akhirnya tiba di SPBU Abiantuwung. Pihak TPA segera mengamankan 160 liter pertadex untuk menghidupkan kembali mesin-mesin alat berat. “Dengan kedatangan BBM tersebut, dua alat berat akhirnya kembali bisa beroperasi untuk meratakan tumpukan sampah yang sudah mengantre selama dua hari terakhir,” ujarnya.
Meski demikian, kata dia, kondisi ini masih bersifat sementara. Atmaja memperkirakan stok 160 liter tersebut hanya cukup untuk operasional sekitar dua hari ke depan. Pihaknya kini tengah mengupayakan tambahan 320 liter lagi untuk memastikan pelayanan sampah di Kabupaten Tabanan tidak kembali lumpuh di tengah ketidakpastian stok BBM di SPBU mitra. (bgn020)26042711


