Pendaki Lansia Terpisah dari Rombongan di Jalur Gunung Batukaru, Pencarian Masih Berlangsung
Singasana, Baliglobalnews
Seorang pendaki lanjut usia (lansia) dilaporkan terpisah dari rombongannya saat mendaki di jalur Gunung Batukaru melalui jalur Pura Jatiluwih, tepatnya di Banjar Dinas Sarinbuana, Desa Wanagiri, Kecamatan Selemadeg, Kabupaten Tabanan.
Kasi Humas Polres Tabanan AKP Gusti Made Berata membenarkan adanya laporan tersebut. Berdasarkan data dari Polsek Selemadeg, korban diketahui bernama Made Didia (84), warga Banjar Sigaran, Desa Jegu, Kecamatan Penebel.

AKP Berata menyampaikan berdasarkan laporan yang diterima, peristiwa bermula pada Sabtu (25/4) sekitar pukul 07.30 Wita, saat korban bersama rombongan yang berjumlah 13 orang memulai pendakian dari jalur Pura Jatiluwih. Sekitar pukul 15.00 Wita, 10 orang anggota rombongan berhasil mencapai puncak, sementara 4 orang lainnya termasuk korban dan saksi Wayan Nesa Aryana (74) memutuskan untuk kembali, karena kondisi fisik yang tidak kuat. “Dalam perjalanan turun, korban Made Didia mendahului rekan-rekannya. Namun, saat saksi tiba di titik awal (Pura Jatiluwih) sekitar pukul 18.30 Wita, korban tidak ditemukan di lokasi,” ujarnya ketika dimintai konfirmasi pada Minggu (26/4/2026).

Kekhawatiran semakin memuncak, kata dia, ketika seluruh rombongan yang berjumlah 10 orang tiba kembali di Pura Jatiluwih sekitar pukul 20.15 Wita, namun tak satu pun dari mereka melihat keberadaan korban di sepanjang jalur pendakian.
AKP Berata mengatakan bahwa pihak kepolisian segera mengambil langkah cepat setelah menerima laporan dari Wayan Nesa Aryana. Personel Polsek Selemadeg telah mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) serta meminta keterangan sejumlah saksi untuk memetakan posisi terakhir korban.
Kepolisian juga telah berkoordinasi intensif dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tabanan guna memulai prosedur pencarian dan penyelamatan. “Kami telah berkoordinasi dengan BPBD. Mengingat pada saat laporan diterima hari sudah gelap dan kondisi medan di jalur pendakian cukup ekstrem, pencarian dilakukan dengan menunggu relawan dan tim ahli yang akan memandu naik ke jalur tersebut,” katanya.
Pihaknya juga mengimbau kepada masyarakat atau kelompok pendaki untuk selalu mengutamakan keselamatan dan tetap berada dalam kelompok, terutama saat menghadapi medan pegunungan yang rawan. (bgn020)26042604




