Dorong Inovasi Pertanian Berkelanjutan, Distan Denpasar Sosialisasikan Pupuk Organik Nano di Subak Sembung
Denpasar, Baliglobalnews
Upaya mendorong pertanian yang lebih ramah lingkungan terus dilakukan Pemerintah Kota Denpasar. Melalui Dinas Pertanian, kegiatan sosialisasi penggunaan pupuk organik berbasis teknologi nano digelar di Subak Sembung, Denpasar Utara, pada Kamis (5/2/2026).
Chief Marketing Officer (CMO) Wikinara, Firman Apandi, mengatakan sosialisasi bertujuan mengenalkan pupuk organik berteknologi nano sebagai inovasi baru dalam mendukung peningkatan produktivitas pertanian sekaligus menjaga kelestarian lingkungan. Menurut dia, teknologi nano memungkinkan unsur hara pada pupuk terserap lebih efisien oleh tanaman, sehingga kebutuhan pupuk dapat ditekan dan hasil panen menjadi lebih optimal.
Dia menyampaikan kerja sama ini akan diimplementasikan melalui demonstration plot (demplot) di tujuh subak dengan luasan masing-masing sekitar 10 are. “Kami berharap dukungan dari Dinas Pertanian Kota Denpasar, sehingga tujuan penerapan teknologi nano ini dapat meningkatkan hasil panen secara signifikan,” katanya.
Sementara Kepala Dinas Pertanian AA Gde Bayu Brahmasta menyambut baik kolaborasi tersebut. Menurut dia, kerja sama ini menjadi bagian dari upaya transformasi pertanian menuju sistem yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan. “Harapannya, selain meningkatkan efisiensi pemupukan, penggunaan pupuk organik juga mampu memperbaiki struktur dan kesuburan tanah dalam jangka panjang,” ujarnya.
Antusiasme tampak dari para petani Subak Sembung yang mengikuti kegiatan ini. Mereka menilai sosialisasi tersebut memberikan wawasan baru terkait teknologi pertanian modern yang dapat diterapkan langsung di lahan sawah. Melalui peran aktif PPL, petani diharapkan mampu memahami cara penggunaan pupuk organik nano secara tepat serta mengadopsinya secara bertahap dalam kegiatan budidaya. “Dengan adanya sosialisasi ini, diharapkan sinergi antara pemerintah, penyuluh, dan petani semakin kuat dalam mendorong inovasi pertanian, meningkatkan hasil produksi, serta mendukung ketahanan pangan daerah,” katanya.
Kegiatan ini melibatkan perwakilan petani/pekaseh se-Kota Denpasar, Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), serta unsur pemerintah provinsi dan pusat.
Hadir perwakilan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali, Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP), serta para PPL sebagai ujung tombak pendampingan petani di lapangan. (*/bgn003)26010510



