Pertamina Catat Konsumsi LPG saat Nataru di Bali Naik 3,2 Persen
Denpasar, Baliglobalnews
Pertamina Patra Niaga mencatat penggunaan atau konsumsi produk LPG, di Pulau Dewata, Bali, mengalami kenaikan 3,2 persen dibandingkan kondisi normal.
“Untuk LPG naik 3,2 persen, namun konsumsi BBM (Gasoline) dan Avtur, selama Nataru cenderung sama dengan rata-rata konsumsi pada situasi normal,” kata Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus Iwan Yudha Wibawa di Denpasar pada Rabu (21/1/2026) malam.

Pertamina Patra Niaga, kata dia, juga resmi menutup pelaksanaan Satgas Nataru 2025/2026 untuk memantau pasokan energi dengan aman, mulai dari arus pergi hingga arus balik. “Satgas Nataru ini, bertugas memastikan distribusi energi tetap aman dan lancar di seluruh wilayah kerja Pertamina termasuk Bali, khususnya selama momen Nataru yang identik dengan peningkatan konsumsi,” katanya.

Sementara Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus Ahad Rahedi mengatakan ketersediaan stok BBM, LPG, dan Avtur selama masa Satgas terjaga dalam kondisi aman, dengan ketahanan stok yang bervariasi mulai dari 8 hingga 15 hari tergantung produk dan wilayah.
Selama masa Satgas Nataru 2025/2026, kata dia, Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus memastikan kesiapan infrastruktur distribusi di Bali melalui pengoperasian 2 Terminal BBM (Fuel dan Integrated Terminal), 212 SPBU, 3 SPBUN, 147 Agen LPG, dan 1 Aviation Fuel Terminal. Operasional ini dikendalikan melalui sistem monitoring yang aktif selama 24 jam penuh. Guna memberikan kenyamanan kepada masyarakat, Pertamina Patra Niaga juga menyediakan layanan tambahan bagi pemudik dengan menghadirkan Serambi MyPertamina. “Untuk masyarakat Bali patut berbangga karena Bali menjadi 1 dari 2 wilayah yang terpilih di Regional Jatimbalinus, yakni di Bandara Ngurah Rau. Serambi ini menarik perhatian tersendiri dengan adanya fasilitas porter gratis,” katanya. (bgn008)26012207




