Media Informasi Masyarakat

Fraksi DPRD Bali Sampaikan Pandangan Umum Ranperda Pelindungan Pantai dan Sempadan Pantai

Denpasar, Baliglobalnews

Fraksi DPRD Bali menyampaikan pandangan umum terkait Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Pelindungan Pantai dan Sempadan Pantai kepada Gubernur Bali Wayan Koster dalam Rapat Paripurna DPRD Bali ke-15 di Kantor Gubernur Bali pada Senin (1/12/2025).

Sidang paripurna dipimpin Ketua DPRD Bali (Fraksi PDIP) Dewa Made Mahayadnya, didampingi Wakil Ketua I DPRD Bali I Wayan Disel Astawa, dan Wakil III I Komang Nova Sewi Putra itu, guna menjaga ruang adat, ruang publik, dan ekologi dari tekanan investasi dan alih fungsi yang kian masif.  “Ranperda ini penting sebagai pijakan penting untuk memperkuat landasan hukum pembangunan daerah. Dan, regulasi terkait pesisir ini tidak bisa ditunda karena tekanan pembangunan dan eksploitasi ruang pantai sudah menimbulkan degradasi ekologis sekaligus mengganggu ritual adat,” kata Fraksi PDI Perjuangan yang dibacakan I Ketut Sugiasa.

Dia menyebutkan keberadaan pantai dan sempadan pantai tidak hanya memiliki fungsi ekologis, sebagai penyangga keseimbangan lingkungan pesisir, namun memiliki nilai strategis sebagai ruang sosial dan budaya yang menjadi bagian integral dari identitas masyarakat Bali. “Kami Fraksi PDI Perjuangan sepakat, agar dilakukan upaya perlindungan dan menjaga Pantai dan Sempadan Pantai yang memiliki nilai dan fungsi adat, sosial dan ekonomi masyarakat lokal,” katanya.

PDIP menegaskan komitmennya untuk menjalankan fungsi legislasi secara optimal, termasuk memberikan perhatian, pembahasan, dan penyempurnaan yang dibutuhkan agar setiap Ranperda benar-benar menjadi instrumen hukum yang berkualitas dan bermanfaat luas

Selain itu, kata dia, Fraksi PDIP menilai perlu adanya penguatan peran desa adat, desa dinas, serta masyarakat pesisir sebagai bagian penting dalam pengawasan dan pengelolaan ruang pantai. Instrumen pemerintah daerah juga dinilai harus diperkuat agar pengawasan dapat berjalan secara kolaboratif dan berbasis partisipasi masyarakat.

Pandangan Fraksi Partai Golkar yang dibacakan Agung Bagus Pratiksa Linggih menilai regulasi harus disusun lebih konkret, agar tidak hanya bersifat formalitas. Dan, konsen untuk melindungi, menjaga pantai dan sempadan pantai yang memiliki nilai dan fungsi adat, sosial dan ekonomi masyarakat lokal. “Aspek kewenangan dalam Ranperda harus memberikan kejelasan otoritas siapa pembina, siapa pengawas, dan siapa pelaksana penindakan agar implementasi regulasi tidak menimbulkan tumpang tindih. Dalam pandangan fraksi ditegaskan perlunya memperkuat peran Satpol PP sebagai garda penegakan aturan di lapangan,” katanya.

Fraksi Golkar mendorong adanya jaminan penegakan sanksi administratif, denda, hingga pembongkaran bila terjadi pelanggaran, sekaligus memastikan Satpol PP tidak melakukan pembiaran terhadap pelanggaran Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW). “Kami Fraksi Golkar menilai sejumlah aspek krusial masih harus dibenahi. Salah satunya terkait judul Ranperda, yang menurut fraksi telah melalui proses harmonisasi antara eksekutif dan legislatif,” katanya.

Selain itu, kata dia, perlunya mekanisme monitoring dan evaluasi (Monev) yang kuat, mengingat Ranperda ini menyasar pengelolaan ruang pesisir yang sangat spesifik. “Monev tidak boleh berhenti sebagai prosedur administratif, melainkan harus menghasilkan keluaran nyata bagi perlindungan ekosistem dan pemanfaatan ruang pantai,” katanya.

Sementara Fraksi Gerindra-PSI yang dibacakan I Ketut Mandia menilai, banyak investor disebut hadir dengan orientasi keuntungan semata, sehingga eksploitasi ruang pantai kerap terjadi tanpa memperhatikan tata ruang maupun asas kepatuhan. “Maraknya investasi yang masuk ke wilayah pesisir tanpa memperhatikan tata ruang dan asas kepatuhan ini, acap kali mengabaikan proses,” tegasnya.

Dia mencontohkan adanya bangunan tanpa alas hak di Pantai Bingin, Pecatu, Badung yang dibangun oleh warga negara asing. Selain itu, Ranperda perlindungan pantai harus hadir dengan semangat idealisme, baik sebagai mitigasi bencana pesisir maupun sebagai bentuk pemberian ruang ritual dan kegiatan sosial ekonomi masyarakat lokal.

Fraksi Demokrat-NasDem yang dibacakan I Gede Ghumi Asvatham menambahkan, pembangunan yang membuat pantai dan sempadan pantai rentan pencemaran, eksploitasi sumber daya, dan alih fungsi lahan. Sehingga, kondisi tersebut membuat masyarakat semakin kehilangan akses terhadap ruang publik di pesisir. “Oleh karenanya, kami Fraksi Partai Demokrat NasDem dapat memahami dan menyetujui Pemerintah Provinsi Bali dalam menyikapi kondisi tersebut dengan menyusun Peraturan Daerah sebagai instrumen hukum untuk menjamin perlindungan fungsi pantai dan sempadan pantai secara terintegrasi,” tegasnya. (bgn008)25120110

Comments
Loading...
Pengalaman Pengguna Game Penghasil Saldo DANA Lebih Cepat Adaptif Dan Efisien Dibawa Oleh Inovasi Teknologi
Pergeseran Mutu Produksi Kosmetik Terdeteksi Lebih Akurat Berkat Aliran Data Langsung
Pengalaman Pengguna Semakin Responsif Adaptif Dan Efisien Berkat Perkembangan Teknologi Modern
Momentum Tetap Terarah Dan Terkendali Dipertahankan Melalui Taktik Mode Pemburu Sic Bo Live
Keputusan Tetap Terukur Dalam Game Online Dipertahankan Melalui Pengelolaan Modal Cerdas
Kapitalisasi Pasar Dan Inovasi Kasino Online Berubah Di Tengah Disrupsi Teknologi Modern
Strategi Baru Untuk Meningkatkan Keunggulan Kompetitif Dibuka Melalui Business Model Canvas Mahjong Ways
Kualitas Sistem Mahjongways Kasino Online Dipahami Melalui Identifikasi Nilai Pembayaran Game Penghasil Saldo DANA
Perspektif Baru Dalam Menganalisis Perkembangan Mahjong Ways Dibuka Melalui Modernisasi Strategi
Kasino Menjadi Studi Sistem Informasi Bagi Mahasiswa Melalui Pelatihan Enterprise Architecture
Mahjongways Kasino Online Dijadikan Acuan Strategi Marketing dalam Lingkungan Pemerintahan
Keamanan Informasi Jadi Fondasi Utama Layanan Konsultasi Kosmetik Berbasis Teknologi
Teknologi Pemantauan Membantu Mengukur Frekuensi Pembayaran secara Lebih Objektif dan Terukur
Kajian Statistik Pola RTP Menyoroti Perkembangan Teknologi Neural Sintetis Regulatoris
Simulasi Statistik Membuka Pendekatan Baru Memahami Mahjong Game Sungai Penuh secara Terukur
Statistik Objektif Membantu Membaca Pola Mahjong Game Sungai Penuh dengan Lebih Rasional
Strategi Mahjong Game Sungai Penuh Makin Terarah melalui Pendekatan Statistik Modern
Pendekatan Data Objektif Membantu Mengkaji Mahjong Game Saldo DANA Sungai Penuh secara Lebih Terstruktur
Mahjong Game Sungai Penuh Dikaji lewat Simulasi Statistik untuk Membaca Pola Aktivitas
Aturan Mahjong Digital dari Dua Kartu Awal hingga Penentuan Rentang Nilai Game Penghasil Saldo DANA
Pendekatan Adaptif MahjongWays Kasino Online Membantu Menjaga Keseimbangan Anggaran Hiburan
Kemunculan Simbol Unik MahjongWays Kasino Online Perlu Dibaca Secara Lebih Rasional
Mahjong Ways Menarik Minat Pemain di Tengah Ketatnya Persaingan Game Digital
Pengaturan Tempo MahjongWays Kasino Online Tidak Menentukan Munculnya Kombinasi Khusus
Starlight Princess Kembali Merebut Perhatian Pemain MBG Berkat Daya Tariknya
Membaca Pola Mahjong Ways dan Tren Permainan Lewat Data Saldo DANA Terbaru
Disiplin Mental MahjongWays Kasino Online Membantu Mencegah Keputusan Finansial yang Terlalu Impulsif
Mengenal Sweet Bonanza sebagai Game Digital Online dengan Tema Manis yang Menarik
Rotasi Awal MahjongWays Kasino Online Bukan Tolok Ukur Kemurahan Sistem Permainan
Menelusuri Strategi Terbaik dalam Bermain Game Penghasil Saldo DANA Secara Lebih Mendalam