Media Informasi Masyarakat

Hakim PN Denpasar Vonis WN Australia 2 Bulan Penjara

Denpasar, Baliglobalnews

Majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Denpasar, Bali, menjatuhkan hukuman 2 bulan penjara kepada Jessica Claire White (49) WN Australia dalam sidang di Denpasar pada Selasa (6/2/2025).

“Menyatakan terdakwa bersalah melanggar Pasal 167 ayat (1) Kitab Undang-Undang Hukum Pidana, sebagaimana yang tertuang dalam surat dakwaan kedua Jaksa Penuntut Umum (JPU),” kata Ketua Majelis Hakim I Wayan Yasa.

Dalam sidang tersebut, hakim menyatakan terdakwa Jessica terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan penghinaan terhadap dua dokter hewan di Bali Veterinary Clinic, Pererenan, Mengwi, Badung. Vonis hakim tersebut, lebih ringan satu bulan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Putu Deneil Pradipta Intaran dalam sidang sebelumnya. Mendengar, putusan hakim tersebut, jaksa menyatakan sikap pikir-pikir.

“Karena penuntut umum dan terdakwa pikir-pikir, maka diberikan waktu selama tujuh hari untuk menyampaikan sikap masing-masing, apakah pada akhirnya akan menerima atau mengajukan upaya hukum banding,” tegas majelis hakim.

Ditemui di luar ruang sidang, penasihat hukum terdakwa, Samuel Uruilal, menyatakan putusan ini masih sumir. Dia pun memberi isyarat akan mengajukan upaya hukum banding dengan manfaatkan waktu sepekan. “Saya kira putusan ini aneh dan saru (tidak jelas-red). Aneh, karena orang nanti masuk kandang binatang bisa masuk penjara. Saru karena dalam putusan dihukum dua bulan dan tidak ada perintah untuk ditahan. Intinya, kami masih pikir-pikir,” ucapnya.

Kasus ini berawal pada 9 Maret 2024 pukul 11.42 Wita, ketika Jessica membawa seekor kucing bernama Rocket ke Bali Veterinary Clinic dalam kondisi tidak sehat. Kucing tersebut mengalami luka infeksi di kaki kiri dan ekornya sehingga membutuhkan perawatan inap.

Pihak klinik menjelaskan prosedur, estimasi biaya, dan meminta Jessica untuk menandatangani dokumen perjanjian rawat inap (Hospitalized/Boarding) serta memberikan uang muka Rp1,5 juta. Karena kucing tersebut diperlukan rawat inap, kemudian dijelaskan ke terdakwa tentang rentang waktu yang dibutuhkan dan estimasi biaya yang diperlukan, mengenai penjelasan tersebut terdakwa menyetujui, sehingga pihak klinik memberikan perjanjian atau dokumen Hospitalized/ Boarding yang kemudian ditandatangani oleh terdakwa.

Jessica saat itu mengaku tidak dapat membayar karena ada masalah pada kartu debitnya. Meski demikian, pihak klinik tetap menerima kucing tersebut dengan syarat Jessica menandatangani dokumen perjanjian dan memenuhi kewajibannya kemudian. Selama masa rawat inap, pihak klinik secara rutin memberikan informasi kepada Jessica terkait perkembangan kondisi Rocket. Namun, pada Sabtu (16/3) sekitar pukul 16.34 Wita, klinik menginformasikan melalui pesan WhatsApp (WA) hak asuh atas kucing tersebut akan diambil alih, karena Jessica belum memenuhi kewajiban pembayaran sebagaimana tertuang dalam perjanjian.

Pada malam harinya, sekitar pukul 21.00 Wita, Jessica mendatangi klinik dalam keadaan marah dan meminta kucingnya dikembalikan. Saat itu, dokter jaga yakni Devita Vanessa, mencoba menjelaskan alasan kucing tersebut tidak dapat diambil. Namun, Jessica meremas dokumen perjanjian rawat inap dan melontarkan kata-kata kasar. Tak hanya itu, Jessica menerobos masuk ke ruangan ICU & Care Wards yang bertanda ‘staff only’ tanpa izin untuk mencari kucingnya tersebut, tetapi tidak ditemukan.

Pemilik klinik, Ni Made Restiati, kemudian mencoba menjelaskan situasi dan meminta Jessica untuk memenuhi kewajiban pembayarannya dahulu. Namun, Jessica kembali mengucapkan penghinaan dengan kata-kata kasar yang mengakibatkan kedua dokter merasa nama baik dan kehormatan mereka sebagai tenaga profesional ternodai. (bgn008)25020616

Comments
Loading...
dewispin
dewaslot88
Perjalanan Baccarat dalam Transformasi Media Digital Mengubah Wajah Industri Hiburan
Baccarat Jadi Bagian Evolusi Platform Interaktif Transformasi Dunia Hiburan Digital
Observasi Teknologi Ungkap Pergeseran Narasi Permainan Baccarat dan Dampaknya bagi Pemain
Transformasi Media Bicara Perjalanan Baccarat Melalui Pengalaman Digital yang Mengubah Cara Pandang
Teknologi Kasino Online Mampu Mengolah Data Digital Berkat Perkembangan Perangkat Keras Dan Lunak
Perjalanan Platform Interaktif Mengubah Narasi Kasino Online dengan Perspektif Baru
Kebutuhan Terhadap Sistem Komputasi Kasino Online Semakin Meningkat Seiring Pesatnya Transformasi Digital
Komputasi Menjadi Salah Satu Fondasi Utama Yang Mendorong Kemajuan Teknologi Kasino Online Di Era Modern
Hampir Seluruh Aktivitas Kasino Online Saat Ini Memanfaatkan Sistem Komputasi Dalam Prosesnya
Jalur Pembayaran Yang Putus Setelah Cascading Pada Mahjongways Kasino Online Dibaca Dengan Teknik Ini
Studi Kasus Mahjong Ways Menunjukkan Perubahan Cara Pemain Membaca Susunan Simbol Akibat Baris Tambahan
Sering Terjadi Kesalahpahaman Bahwa Transformasi Simbol Emas Mahjong Ways Menandakan Hasil Putaran Berikutnya
Perbandingan Tampilan Antara Mahjong Ways Dan Sekuelnya Dalam Menyajikan Informasi Fitur Di Layar Seluler Modern
Direkapitulasi Perjalanan Mahjong Ways Dari Tema Tradisional Menuju Industri Game Digital Modern
Tanpa Mencampurkan Dengan Peran Wild, Fungsi Scatter Mahjong Ways Dapat Dikenali Dalam Susunan Kemenangan
Penyelaman Mengungkap Perubahan Dan Makna Baru Dunia Baccarat Di Era Digital
Media Gaming Mengungkap Perjalanan Mahjong Ways 2 Dalam Menghadapi Perubahan Tren Industri Hiburan Digital
Baccarat Ditampilkan Dalam Catatan Perubahan Platform Media Gaming Masa Kini Yang Mengubah Cara Bermain
Pergeseran Media Modern Menjadikan Wacana Kasino Online Sebagai Sorotan Baru Masyarakat
Perubahan Gaya Platform Membawa Bakarat Digital Menjadi Sorotan Baru Dalam Percakapan Modern